Kamis, 21 Mei 2015
Do'a Orang Tua
Categories
Curhat
Selasa, 21 April 2015
Forum Studi Kedokteran Islam
Sekitar tiga minggu yang lalu, ada perasaan senang dihati karena amanah sebagai Kepala Departemen DAWA' di Forum Study Kedokteran Islam akan segera usai. Mubes akan dilaksanakan dan jabatan akan berganti tangan. Tentunya tanggung jawab yang selama ini membebankan segenap raga akan berkurang. Kemudian fokus dapat berganti ke akademik, peningkatan nilai ditahun akhir dan pengerjaan skripsi.
Hari bergulir, tibalah saatnya pembacaan LPJ DAWA'. Disanalah kemudian saya menjelaskan bagaimana kerja Departemen DAWA' dalam setahun ini. Membacakan hasil evaluasi keseluruhan dan mepresentasikan seluruh pertanggungjawaban. Kemudian, kritik dan masukan disampaikan oleh peserta sidang lainnya. Beberapa menit, sampailah pada penyampaian closing statement. Dan disinilah, entah kenapa rasa gembira itu tiba-tiba berubah.
Sabtu, 07 Maret 2015
Journalism Week 2015 dan Kenangan yang Tertinggal
Setelah Journalism Week 2013 dan Journalism Week 2014, kini giliran Journalism Week 2015 yang unjuk gigi. Ketiganya memiliki konsep yang sama, seminggu penuh kampus FK Unand dimeriahkan dengan warna jurnalistik, kemudian diakhiri atau diawali dengan seminar nasional yang mengundang penulis-penulis besar. Pada tahun 2013, yang diundan adalah Tere Liye. Kemudian, di 2014, yang diundang adalah Daeng Krisna Pabhicara. Dan di 2015 ini yang diundang adalah penulis muda yang cukup menebar 'kegalauan' di tumblr, Kurniawan Gunadi atau yang lebih akrab disapa dengan Mas Gun.
Namun diantara ketiganya, tahun 2015 inilah yang benar-benar saya ikuti materinya dengan leluasa. Saya mengambil bangku paling depan, agak ke tengah, sehingga merasa puas dengan apa yang disampaikan oleh pemateri. Namun duduk santai seperti itu cukup membuahkan sedikit kerinduan akan tahun-tahun sebelumnya, 2013 dan 2014. Kenapa?
Categories
BROCA,
Curhat,
Event,
Jurnalistik
Jumat, 06 Maret 2015
Skripsweet
Waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin melihat pengumuman kelulusan di Pendidikan Dokter Universitas Andalas. Eh, sekarang sudah memasuki tahun ketiga. Jika tahun pertama diiringi oleh MKWU, dan tahun kedua dibarengi dengan kegiatan sosial bernama FOME, maka tahun ketiga muncul stressor yang lumayan, wah! SKRIPSI!
Stressor!?
Ya, bagi sebagian orang mungkin menulis ilmiah seperti itu adalah kesenangan. Tapi bagi kebanyakan orang, dan bagi saya, yang lebih suka menulis fiksi dan diary, penulisan ilmiah seperti skripsi adalah hal yang cukup 'menguras otak'. Jangankan menyusun bab-bab nantinya, memikirkan judul saja butuh 2 bulan bagi saya.
Dimulai dari mengajukan judul terkait penyakit dalam, tapi apa daya ditolak. Akhirnya, karena mengikuti saran teman, saya ambil bidang psikiatri tanpa terlebih dahulu memikirkan judul yang akan saya buat. Dan, beginilah! Pembimbing satu dan dua sudah saya dapatkan lebih dari 2 bulan yang lalu, tapi baru 3 hari yang lalu saya mendapatkan inspirasi judul yang saya pikir menarik. Hanya saja, ketika saya kemudian menemui pembimbing satu saya, beliau hanya bilang, "Coba kamu pikirkan dulu apa tujuan dari judul ini. Kemudian baru kamu kembangkan judulnya."
Categories
Curhat,
FK Unand,
Kedokteran
Senin, 23 Februari 2015
Kepingan Masa Kecil
Seberapa jauh kita masih mengingat masa kecil kita?
Beberapa bulan lagi umur saya akan genap 22 tahun. Wow! Tak terasa sudah hidup selama itu. Dalam beberapa kesempatan, orang tua, nenek, kakek, om, tante, dan tetua-tetua lainnya seringkali menceritakan masa kecil saya apabila bertemu. Kadang malu sendiri dibuatnya, hehe...
Rabu, 14 Januari 2015
Pelayanan di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi
Alhamdulillah, libur semester membuat sebuah kesempatan bagi saya untuk mengunjungi Rumah Sakit Raden Mataher Jambi. Kunjungan ini dalam rangka menemani Bundo saya berobat ke bagian THT karena sinusitisnya yang menjadi-jadi.
Sebelumnya, Rumah Sakit Raden Mataher merupakan rumah sakit pendidikan yang ada di Jambi, menaungi Prodi Pendidikan Dokter di Universitas Jambi. Para koas dapat kita temui disana.
Setelah mengurus BPJS, kami mengantri di depan Poli THT. Tidak lama, hingga akhirnya nama Bundo dipanggil untuk memasuki ruangan pemeriksaan. Sebelum bertemu dokter, keluhan yang dirasakan dianamnesis oleh perawat. Tidak seperti perawat yang pernah saya temui di salah satu Rumah Sakit di kota dimana saya belajar ilmu kedokteran, perawat disini ramah dan asyik diajak bicara. Padahal beberapa bulan lalu, saat kakak dari Bundo saya sakit dan diobati di salah satu rumah sakit di Padang, perawatnya jutek minta ampun.
Categories
Curhat,
Kedokteran,
Share,
THT
Senin, 05 Januari 2015
Korban Angkutan Umum
Sedikit curhat tentang asam-manis menjadi pemakai angkutan umum...
Masih terngiang hebohnya demo supir angkot Kota Padang saat BBM naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 7.500 18 November lalu. Penumpang yang masih di atas angkot DIPAKSA turun lantaran supir hendak ikut demo. Untungnya saat itu saya tidak kemana-mana. Namun mendengar cerita dari beberapa junior yang mengikuti perkuliahan di kampus Unand Limau Manis dan setelahnya harus kembali ke kampus Unand Jati, miris sekali. Padahal dalam satu angkot itu isinya 'mereka' semua, angkatan 2013 FK Unand yang hendak menuju Jati. Namun di tengah jalan mereka diturunkan begitu saja. Awalnya mereka tidak mau turun, namun kemudian Si Supir Angkot menggoyang-goyangkan angkotnya dari luar sehingga junior-junior saya tersebut cemas dan terpaksa turun.
Jelas sekali bahwa supir angkot bukanlah tenaga profesional. Supir angkot tidak mendapat pelatihan terkait melayani. Bukan sedikit angkot yang 'sembarang laju'. Bawa mobil seperti orang mabuk. Belum lagi musik di dalam angkot yang kerap memekakkan telinga. Tak hanya itu, bukan hanya sekali saya temui supir angkot yang sudah jalan walau penumpangnya belum duduk dengan baik. Risiko kecelakaannya tinggi, tingkat kecemasan penumpang juga jadi tinggi. Belum lagi supir angkot itu kebanyakan ngomongnya kasar dan sering mencarut. Sangat tidak bermoral.
Sabtu, 03 Januari 2015
Spam Sebenar-benar Spam
Assalamualaikum...
Selamat malam...
Bertemu lagi dengan Intan Ekaverta dalam momen yang membosankan...
[Lagi pengen banget nge-blog tapi lagi ga punya inspirasi buat nulis]
Maklum, mahasiswa sibuk (sok sibuk), sibuk belajar, sibuk organisasi, sibuk panggilan keluarga (ceileeh...). Tapi memang lebih banyak sibuk main HP liat-liat instagram. Haha...
Jadi ceritanya, ujian blok akan berlangsung...
Karena itu, saya mau bagi lirik lagu kece :)
*Emang apa hubungannya ujian blok sama bagi lirik lagu -___-*
Eits... Lirik yang satu ini lumayan memotivasi lho~
Yuk simak... Lagunya Miley Cyrus, The Climb
Selamat malam...
Bertemu lagi dengan Intan Ekaverta dalam momen yang membosankan...
[Lagi pengen banget nge-blog tapi lagi ga punya inspirasi buat nulis]
Maklum, mahasiswa sibuk (sok sibuk), sibuk belajar, sibuk organisasi, sibuk panggilan keluarga (ceileeh...). Tapi memang lebih banyak sibuk main HP liat-liat instagram. Haha...
Jadi ceritanya, ujian blok akan berlangsung...
Karena itu, saya mau bagi lirik lagu kece :)
*Emang apa hubungannya ujian blok sama bagi lirik lagu -___-*
Eits... Lirik yang satu ini lumayan memotivasi lho~
Yuk simak... Lagunya Miley Cyrus, The Climb
Senin, 08 Desember 2014
Beralih Pada Syiar Kampus yang Lebih Efektif
Syiar merupakan upaya untuk memperkenalkan berbagai hal dalam Islam kepada umat Islam sendiri yang pada kenyataannya masih minim pengetahuannya terhadap agama Islam maupun pada umat bukan Islam. Syiar mempunyai posisi dalam mengubah masyarakat umum menjadi masyarakat semi-afiliasi kepada Islam. Syiar itu bukan sesuatu yang kaku, namun dinamis, dapat berubah sesuai kebutuhan dan kondisi.
Di Forum Studi Kedokteran Islam KM FK Unand, kita mengenal syiar-syiar berbasis event. Ceriwis, Perikarditis, Bedah Shirah, Medis Praktis, dan lainnya. Banyaknya agenda event cukup alot membuat beberapa departemen harus saling mengalah dalam penyusunan time schedule global. Bahkan terkadang beberapa event tidak jadi dilakukan karena adanya event dari departemen lain.
Event bersifat syiar di FSKI kebanyakan dilaksanakan setiap blok. Waktu yang dipakai biasanya sore, sekitar jam setengah lima sampai menjelang maghrib. Untuk mengangkatkan event ini tidak pula semudah membalikkan telapak tangan. Perlu perizinan yang jelas dari dekanat, pencarian gedung yang harus rutin difollow up, belum lagi acara-acara tandingan dari UKM lain yang jauh lebih menarik, pencarian pemateri, waktu yang juga harus disesuaikan dengan sedemikian rupa, dan banyak lagi tantangan-tantangan dalam mengangkatkan event ini.
Categories
Curhat,
Departemen Dawa',
DSI,
FK Unand,
FSKI,
FULDFK,
Islam,
Jurnalistik,
Kedokteran,
Share
Sabtu, 29 November 2014
Video dari Masa Alai
Choco Vanilla...
Kelas yang heboh.
Sudah lupa dari mana asalnya nama itu~
Video ini berisi profil kelas kami. Tentang keseharian dan keunikan dari masing-masing kami. Ada yang pantang menyerah, rajin, suka tertawa, punya semangat makan yang tinggi, suka gosip, hobi nge-net, suka bolos, selengekan, banyak gaya, tidur selalu, rajin pulang ke asrama, sering kabur, dewasa, kekanak-kanakan, apa saja.... ada.... Kami disini saling melengkapi.
Dan suasana istirahat, suasana dimana kami mengerjakan aktivitas-aktivitas yang kami mau, suasana yang paling saya rindukan. Ketika disuatu sudut beberapa orang sibuk belajar, disudut lainnya sibuk tidur, disudut lainnya sibuk menonton, disudut lainnya main game. Kalau saya biasanya sibuk membaca novel :D
Juga cita-cita kami, sebagian tercapai sebagian tidak. Saya termasuk sebagai yang tidak tercapai berarti, ya. Hehee... Cita-cita saat itu adalah editor dalam bidang kepenulisan. Memang sebenarnya dari kecil menginginkan bekerja di dunia tulis-menulis. Tapi ada jalan lain yang insyaallah lebih baik untuk saya yang diberikan Allah. It's okay. Buat teman-teman lain yang jurusan kuliahnya kini tidak sesuai dengan apa yang dicita-citakan, tetap semangat juga, ya... Banyak jalan menuju sukses!
Akhir kata, saya sangat merindukan masa-masa ini, setelah dulu saya tidak sabar untuk segera lulus SMA. Hehee... Jika ada kesempatan kembali ke SMA, saya akan sangat senang. Dan berharap dapat menjadi siswi yang lebih baik.
Rabu, 12 November 2014
INTJ
Mengenali diri sendiri merupakan hal yang sangat penting dalam meraih kesuksesan. Dengan mengenal diri, kita akan tahu batas-batas kemampuan kita dan bakat-bakat kita. Kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita nantinya akan menjadi tolak ukur perencanaan kita dalam memulai langkah maju.
Sebuah tes kepribadian yang bernama MBTI, tapi saya lupa untuk menghafal kepanjangannya, hehe... iseng-seng saya ikuti. Bukan sekali dua kali sebenarnya saya mencoba tes semacam ini, dan hasilnya memang selalu sama. Sepertinya sedari dulu saya tidak berubah, memang sulit untuk berubah.
Sebuah tes kepribadian yang bernama MBTI, tapi saya lupa untuk menghafal kepanjangannya, hehe... iseng-seng saya ikuti. Bukan sekali dua kali sebenarnya saya mencoba tes semacam ini, dan hasilnya memang selalu sama. Sepertinya sedari dulu saya tidak berubah, memang sulit untuk berubah.
Jumat, 07 November 2014
Bye Bye...
Blog ini template nya bukan saya sendiri yang membuat. Template terakhir yang saya coba buat stagnan sampai tiga bulan karena sibuk kuliah dan organisasi. Maklum lah, bertambah senior di kampus dan bertambah semester, semakin sibuk. Maka dari pada template yang tidak jadi-jadi itu dibiarkan menghiasi blog saya, lebih baik saya langsung download template jadi di http://www.ipietoon.com/ hehe... Namun background headernya saya modifikasi jadi kartun buatan saya.
Sekarang, saya sudah benar-benar akan fokus kuliah. Tidak adalagi waktu untuk utak-atik HTML ataupun CSS. Buku-buku koleksi saya akan disumbangkan (untuk saya di masa depan).
Yah, begitulah, sekian curhatan gaje saya... Mohon doakan skripsi saya cepat kelar, organisasi lancar, dan kegiatan non kampus juga berbuah kesuksesan.
Amin...
Sebenarnya ini pun adalah blog baru. Postingannya semua saya impor dari
blog lama. Blog lama saya entah berapa kali sudah diutak-atik templatte
nya. Sudah tidak asyik lagi. Jadi, selamat datang blog baru., bye bye
blog lamaa... HAPUS AKUN
Sabtu, 01 November 2014
Magang Departemen Dawa' FSKI
FSKI FK Unand pada tahun ini memberlakukan 'magang' bagi peserta Open Recruitment nya. Ini merupakan hal baru di FSKI. Tiga minggu berlalu, progress magang belum terlalu terlihat. Hal ini dikarenakan masih kurangnya pengalaman dari pengurus FSKI sendiri dalam urusan memagangkan peserta OR.
But, It's Okay...
Masih ada beberapa minggu ke depan yang tersisa.
Nah, di Departemen Dawa' sendiri, alhamdulillah magang ini terlaksana. Dan datangnya peserta magang merupakan anugrah tersendiri bagi departemen Dawa'. Karena pada dasarnya, Departemen Dawa' yang bergerak dalam bidang tulis-menulis butuh link dari semua angkatan. Karena itu, keberadaan peserta magang yang berasal dari angkatan termuda (2014) ini sangat meringankan tugas-tugas kami.
Categories
Curhat,
Departemen Dawa',
Event,
FSKI
Kamis, 30 Oktober 2014
Job Layout Selama Kuliah
Untuk pertama kalinya berdiri di depan, bukan untuk bercerita, bukan untuk berpuisi, bukan untuk memandu sebuah acara, bukan untuk menjadi orang yang berbicara berbasis skenario. Tapi untuk membagi ilmu sebagai seorang pemateri!? Aah, sungguh rendah rasanya. Walaupun pada dasarnya belum tentu pemateri lebih banyak ilmunya daripada yang diberi materi, tetap saja seakan-akan berdiri di depan, memberi penjelasan, seperti dosen yang lebih banyak ilmunya. Padahal sebenarnya, sarok-sarok kuaci yang kebetulan diberi amanah untuk membagi ilmu yang hanya sedikit. Sudah sedikit dibagi-bagi -___- tapi membagi ilmu insyaallah tidak berkurang pahalanya.
Dan hari ini, ketika saya berdiri di depan, bersama laptop, corel draw, dan infokus, berbagi materi tentang layout. Dihadapan saya duduk peserta BBMK Broca 2014, yang kebanyakan berasal dari kalangan anak baru (angkatan 2014). Beberapanya ada yang angkatan 2013 dan satu orang angkatan 2011. Jumlah mereka tidak banyak, tidak sampai setengah ruangan.
Senin, 07 Juli 2014
Gawean Baru
Mau curhat kegiatan saat waktu diluang-luangkan...
Aku hobi membaca novel, setelah habis satu novel, biasanya mulai ngetik-ngetik. Setelah bosan ngetik-ngetik, mulai lirik-lirik film, sambil nonton film, asyiknya lipat-lipat origami. Atau sambil ngemil yang manis-manis. Hihi... Film habis, mulai deh gunting sana-sini, hias-hias dinding kamar. Terus, jika sore, sambar HP, pergi diam-diam sendirian, cari objek-objek menarik untuk difoto (kamera ngga punya sih). Sambil wisata kuliner juga kalau kantong lagi penuh. Hihi... Sudah di tempat sepi, sendiri, sambil mendengar deburan ombak, paling asyik keluarkan buku, coret-coret menumpahkan kegalauan. Kalau lagi ngalir, jadi deh puisi. Kalau lagi buntu, sobek kertas, buang.
Nah, akhir-akhir ini ada hobi baru. ART VECTOR!!!
Dan dibanding semua-semua yang diatas, sepertinya ini lebih bermanfaat...
Check itu out!!!
Mulai dari mencoba membuat foto sendiri jadi kartun. Sebenarnya cuma jiplak doang, terus diwarnai. Dan hasilnya lumayan lah. Gambar diatas terlihat lebih cantik dari orang aslinya, hehe... Tapi orang aslinya punya hati yang lebih cantik daripada gambarnya. (Memuji diri sendiri, daripada ngga ada yang muji).
Terus mulai minta foto orang buat dijadikan kartun...
Masih jiplak nih ceritanya.
Kemudian berniat membuat hal yang lebih bermanfaat. Pakai kata-kata motivasi gitu...
Lalu mencoba mengurangi jiplak-menjiplak. Masih ada unsur jiplaknya, memang. Jiplak mata dan jilbab foto teman.
That's all!!!
Hobi baru!
Gawean baru!
Masih banyak kekurangan memang, tapi, tetap semangat! Terus mencoba, terus belajar! Untuk menghasilkan 'sesuatu' yang lebih baik...
*NB: Pengennya bikin kartun yang memotivasi para muslimah. Semoga suatu saat nanti tercapai~
Selasa, 13 Mei 2014
After Skill Lab (21 part II)
Hari ini setelah Skill Lab.
Ckcckkck...
Padahal sebelumnya lagi bad mood
Terimakasih ya, 12 B
Karena memperbaiki mood saya hari ini :)
Dan ga ada lilin lho~
Senin, 12 Mei 2014
Cake! (21 part I)
Alhamdulillah...
Hari ini bisa menikmati kue...
Nyami... enaaakkk....
Hari ini dapat kue dengan desain yang sama, warna yang berbeda, tulisan yang berbeda, dari "GENG" yang berbeda :)
Selasa, 28 Januari 2014
Penulis Terkenal
Mimpi...
Setiap orang memiliki mimpi dalam hidupnya. Baik mimpi yang dengan sekuat tenaga dicapai dengan dera dan derita, baik itu mimpi yang dicapai setengah-setengah, ataupun yang dihadapi dengan sikap pesimis. Apa sajalah, yang jelas setiap yang memiliki mimpi pasti memiliki sedikitnya setetes dua tetes harapan agar mimpinya terwujud.
Ya, begitu juga saya, sebagai manusia dengan segala fitrahnya, saya juga memiliki mimpi. Tidak hanya satu, tapi puluhan. Ketika SMA dulu, saya pernah menuliskannya dihalaman terdepan diary saya. Sengaja tidak ditempel di dinding seperti orang-orang lainnya, karena (jujur) saya malu jika orangtua, adik-adik, dan teman-teman saya membacanya.
Dalam diary tersebut saya menulis satu mimpi dengan font yang lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya. Kenapa? Ya, karena mimpi tersebut begitu spesial. Bagi saya, itulah mimpi yang sebenar-benarnya mimpi.
Pertama kali, saat masih kelas 2 SD saya diam-diam menjadikan sebuah buku tulis untuk menulis bait-bait yang sekilas terlintas dalam pikiran saya. Ada cerpen, puisi, coret-coretan, dal lainnya. Semua imajinasi kecil saya ditumpahkan disana. Bahkan ada pula buku rahasia yang saya jadikan diary, saya memang sudah menulis diary sejak kecil. Tapi itu hanya menjadi hobi, tak lebih saat itu. Hingga SMP, saya sengaja menyisihkan uang jajan untuk membeli buku-buku tebal khusus untuk saya penuhi dengan imajinasi saya. Beberapa teman kerap membacanya. Kebanyakan suka dengan tulisan-tulisan saya. Bahkan ada yang memaksa saya untuk menyelesaikan suatu tulisan apabila ia membacanya sebelum sempat saya selesaikan.
Hal tersebut membawa mimpi tersendiri bagi saya. Ya, andaikan yang membaca tulisan-tulisan saya bukan hanya teman-teman satu sekolah, tapi juga orang-orang se-Indonesia, bahkan sedunia. Wah, keren sekali. Maka saya tanamkan dalam hati saya, saya ingin menjadi penulis terkenal.
Saat itu, bahkan saya tidak mengerti bagaimana caranya mempublikasikan tulisan-tulisan saya. Saya hanya bertekad dalam hati, dan menunggu dewasa, agar tulisan saya nantinya dapat dibaca semua orang.
Seseorang kemudian menyarankan saya untuk membuat blog. Wah, mendengar kata "blog" saja saat itu baru pertama kali. Kemudian bermodal satu buku panduan membuat blog yang saya beli di toko buku, saya mulai membuatnya. Namun, banyak keadaan yang membuat saya tidak sempat membuka blog tersebut.
Masa SMP berlalu, SMA pun menjelang. Keberuntungan, saya mengecap pendidikan di sekolah berasrama dengan jadwal yang padat, yang sudah diatur oleh pihak sekolah, dari pagi sampai sore. Jangankan untuk menulis seperti di SD dan SMP, untuk sekedar menulis diary saja tidak cukup waktu rasanya. Maka saya tidak lagi menulis, tidak lagi menyisihkan buku untuk menumpahkan imajinasi saya. Tapi beberapa kali saya mencoba mengirimkan tulisan yang saya buat semasa SMP ke koran daerah. Alhamdulillah sedikitnya tulisan itu dimuat.
Walau saya sudah jarang sekali menulis, bahkan kebiasaan menulis diary sudah berlalu, bukan berarti mimpi itu ikut pergi. Keinginan untuk menjadi penulis terkenal tetap kuat, mengekang erat-erat segenap jiwa saya. Maka ketika saya bertekad untuk kembali menulis, kelas 2 SMA saat itu, saya mulai dengan membeli buku diary baru, dan menuliskan sebuah mimpi besar dihalaman pertamanya.
Aah, sayang itu sesaat saja. Beberapa minggu kemudian saya tidak lagi menulis diary.
Begitulah, hingga kini, saya tidak lagi menulis dengan rutin. Tidak seperti SD dan SMP dulu. Beberapa kali mencoba menulis, namun lebih banyak malas menguasai. Tapi suatu ketika, saya mendapati tulisan saya di sebuah web yang memuat berbagai cerpen, "Loker Seni". Judulnya, Do'a Mali. Terinspirasi dari pengalaman pertama masuk ruang anatomi, tukang sampah, dan tukang ikan. Bukan cerpen yang bagus sebenarnya, hanya tulisan aneh yang bahkan sebelumnya ditolak oleh sebuah majalah remaja. Hihihi...
Tapi sungguh tak menyangka, beberapa bulan setelah itu, seseorang me-message saya via Facebook. Seseorang yang saya samasekali belum mengenalnya. Beliau bilang, "Ini mbak yang menulis Do'a Mali, ya? Suka sama cerpennya."
Saya tersenyum remeh membacanya. Bukan meremehkan siapa-siapa, tapi meremehkan diri sendiri. Bukan sekali ini ada yang mengatakan "suka" dengan cerpen yang saya buat. Bahkan saya tidak merasa tersanjung jika ada yang mengatakannya. Tapi saya menganggap diri saya remeh.
Ya, remeh. Remeh sekali.
Saya punya kesempatan banyak dan kemampuan yang bisa diasah jika saya mau menggapai mimpi besar itu. Saya bisa berusaha keras jika saya benar-benar memimpikan jadi seorang penulis terkenal. Tapi saya bukan orang dengan motivasi yang tinggi, bukan orang dengan nyali yang kuat. Saya seringkali merencanakan hal-hal remeh demi terwujudnya mimpi besar itu, tapi selalu putus ditengah jalan. Selalu hal-hal yang terjadi saya jadikan alasan untuk BERHENTI.
Benar-benar memalukan saya ini. Padahal saya sendiri yang menulis di buku diary tentang menjadi penulis terkenal. Tapi untuk mewujudkannya saya "nol" besar.
Ya, begitulah segelintir curahan hati saya. Curahan hati yang saya tulis dengan ribuan penyesalan, atas kesempatan yang selama ini terbuang sia-sia, atas mimpi yang hanya jadi bunga tidur dan imajinasi saja.
Categories
Curhat
Rabu, 08 Januari 2014
Sekeping Hati
Hidayah, sungguh beruntung gadis itu menemukannya dalam usia yang begitu muda. Anugrah besar ketika ia mulai menutupi seluruh auratnya dan mengabdikan diri atas nama Tuhannya. Ia mendalami kitab-kitab agamanya dan begitu bersemangat mengerjakan amalan-amalan sunnah. Walau kadang jemu dan rindu membuatnya ingin pergi dari pesantren. Ia tetap menguatkan hati mempersiapkan diri untuk hal yang lebih berarti.
Bahkan ia sendiri yang dulu membujuk keduaorangtuanya agar diperbolehkan terkurung dari dunia. Ia sendiri yang bergelora menuntut ilmu lebih dari sekedar menggapai cita-cita. Ia sendiri yang membuat angan untuk menjadi pribadi muslim sesungguhnya.
Ia mulai menghapal qur'an disepertiga malam terakhir. Ia mulai bersemangat membawa angannya jauh dalam pengabdian terhadap agamanya. Ketika... sudah akhir dari masa SMPnya, ia harus pergi dengan segala pertimbangan.
Orang bilang, itu lebih baik untuknya. Tapi...
Kemudian ia terbangun di tempat yang baru. Namun, bukan sayup-sayup sepertiga malam terakhir yang membangunkannya, melainkan adzan subuh. Ia merasa terlambat, ia merasa paginya telah pergi. Ketika ia keluar, ia saksikan teman-temannya tak sempurna menutupi aurat mereka, tak benar-benar mengejar tilawah dan memuroja'ah hapalan, tak sungguh-sungguh mendalami agama. Aah, mengapa disini berbeda? Mengapa dunia yang fana jadi indikator kesuksesan.
Dan ia sendiri. Sendiri dan mulai terbawa arus.
Dalam hatinya penuh pergolakan. Ia masih ingin dikuatkan dengan halaqoh dan ukhuwah. Ia masih perlu ditegur oleh ustadz dan ustadzahnya. Ia belum sepenuhnya matang untuk menjadi sendiri. Ia belum kuat untuk menyandang gelar ghuroba'.
Ia teringat sebuah nasyid, Sekeping Hati.
Ya, Sekeping Hati yang berlari di jalanan sepi.
Ia berlari. Ia berharap tiga tahun terlewati dengan cepat. Ia berharap ia segera keluar dari kehampaan dan mencari lagi cahaya di tempat lainnya. Ia berharap, ia lalui jalanan sepi hingga menumukan keramaian yang bisa membawanya kembali seperti dulu. Ia begitu terobsesi untuk cepat keluar, dan mendapati jalan kebenaran yang indah terbentang, atas nama pejuang.
Dan ia bimbang menyadari dirinya telah melebur. Akankah kakinya kuat untuk tetap melangkah bila bertemu duri di jalan? Sementara ia telah lupa isi kitab-kitab yang dibacanya. Ia telah lupa hadist dan ayat yang dulu dihapalnya. Ia telah membuka sedikit dari aurat yang musti dijaganya. Ia rapuh, lemah, biar lubuk hatinya hancur, ia lebih memilih "diterima" lingkungannya daripada mempertahankan apa yang telah merasuk dalam jiwanya.
Dan ia hanya menunggu, menunggu, dan menunggu, waktu bergulir dengan golakan hati dan kesabaran yang begitu teruji. Suatu saat nanti, ketika tiba saatnya ia dapat menentukan sendiri jalan hidupnya, ia akan mencari lagi cahaya yang dulu ditinggalkannya.
Itulah mengapa ia menamai dirinya, Sekeping Hati.
Kamis, 05 Desember 2013
Akhir Usiaku (Hawari) - Sayang Ayah Part II
Suatu siang di tengah kantuk yang melanda. Mencari LO untuk tutorial jadi pekerjaan paling wajib dan paling membosankan. Ingin rasanya tidur saja. Tapi, aku masih berpikir waras. Waktu belajarku hanya 3 jam siang ini dalam seminggu. Masa aku masih mau malas-malasan sementara jadwal tutorial sudah mepet. Akhirnya kupilih untuk sejenak menghibur diri agar kantukku hilang, mendonload nasyid. Entah kenapa terpikir untuk search nasyid baru tentang ayah dan ibu. Gataunya malah dapat nasyid yang satu ini, Hawari - Diakhir Usiaku. Dan tebak apa!? Air mata pun berderai mendengar lagunya.
Kenapa berderai?
Lirik lagunya super sangat amat sedih... Dan saya berinisiatif untuk membaginya kepada pembaca kece semua. Silahkan dibaca, dan dicari link downloadnya sendiri yaak :)
"Anakku sayang dengarkan ayah
Sebelum ayah pergi takkan kembali
Ketika senyum ayahmu ini
Tak lagi menghiasi hari harimu
Jangan bersedih wahai anakku
Jangan menangis wahai sayangku
Tabah dan sabarlah anakku sayang
Teruskanlah perjuangan ayahmu
Do'akan ayah moga diterima
Dikasihi Tuhan Yang Maha Esa
Moga bahagia diakhirat
Selamat tinggal anakku sayang
Pergiku tak kembali tuk selamanya
Tiba masaku tinggalkan engkau
Wahai anakku sayang separuh jiwaku
Diakhir sisa usiaku"
Hiks hiks... Bagaimana?
Ayo coba dowload dan kembali lihat liriknya. Dengar dan ingat ayah kalian!!!
Kerja kerasnya, peluh yang mengalir sepulang kerjanya, raut letihnya, senyum bangganya, air mata harapnya, dan cintanya yang terbesit dalam juangnya.
Nah, dengan begitu, semoga semangat belajar kembali ruah kembali...
Untuk ayah, untuk harapan ayah, untuk bangganya ayah, untuk bahagiakan masa tua ayah...
Jangan sia-siakan...
Langganan:
Postingan (Atom)










