Kamis, 26 Mei 2016
Senin, 04 Mei 2015
Jumat, 20 Maret 2015
Vektor Full Head
Ini vektor yang diminta oleh senior di kampus, Bang Ghenta Ajuskri Pratama. Untuk pertamakalinya saya mencoba membuat rambut dengan seksama. Hasilnya masih cukup kacau. Rambutnya jadi seperti ulat di dalam selokan. Tidak terlalu mirip juga karena bawah mata Bang Ghenta dalam lipatannya sehingga sulit membuatnya dalam vektor.
Categories
Kartun
Jumat, 16 Januari 2015
My Blog kit
Alhamdulillah...
Libur tlah tiba >,<
Sekarang cukup banyak waktu luang untuk memperbaharui template blog.
Warna template kali ini kode hex-nya #ffc0cb dan #757b80 juga beberapa warna lain.
Temanya minimalist, tapi biar berkesan elegant, saya putuskan untuk menambah sedikit ukiran di atas garis. Setelah di-apply, ternyata terlalu muda. It's okay, jika ada waktu lagi, akan saya perbaiki :))
Categories
Kartun
Sabtu, 04 Oktober 2014
Cartoon of Dila
Ada yang suka vector art?
Saya mencoba vector art sejak 2013 lalu, dan cukup menyukainya. Walau hasilnya masih kacau balau, tapi tidak ada salahnya diabadikan di blog ini :))
Cartoon of Dila by me ._.
Saya mencoba vector art sejak 2013 lalu, dan cukup menyukainya. Walau hasilnya masih kacau balau, tapi tidak ada salahnya diabadikan di blog ini :))
Cartoon of Dila by me ._.
Ini foto teman saya, namanya Fadhilah Azhimi, yang minta dibuatkan kartun dirinya :)
Kamis, 18 September 2014
Rabu, 13 Agustus 2014
Jumat, 11 Juli 2014
Gaza Under Attack
Akankah kita diam ketika Gaza dibrutali Israel?
Tidak!
Walau kita tidak ikut berperang, walau kita tidak turut merasakan gema bom dimana-mana. Tapi marilah kita disini tidak lupa untuk #boycott #donate #publish dan #PRAY
Ini adalah karakter laki-laki pertama yang saya buat. Jadi ceritanya, saya menggunakan DP pray for gaza dengan gambar kartun yang saya buat tapi versi perempuan. Kemudian, salah satu teman saya, Doni, yang gendernya laki-laki meminta saya membuat yang versi laki-lakinya. Maka jadilah kebingungan, soalnya sulit mengimajinasikan laki-laki. Apalagi rambutnya, pastilah lebih susah dari pada sekedar membuat jilbab. Badannyapun agak sulit mengukur apakah sudah proposional atau belum.
Dan, akhirnya saya mendownload gambar anime untuk mencocokkan badannya dan membuat rambut asal-asalan.
Hmmm.... sudah seperti laki-laki kan ya gambarnya :D
Kamis, 10 Juli 2014
Pesta Ramadhan
Ramadhan berlalu hampir setengahnya. Rutinitas bangun sahur tidak lagi seberat diawal. Sebagian orang masih beraktivitas seperti sediakala, sebagian lagi melewati siang ramadhan dengan bersantai di rumah. Jarum jam berputar, senja menjelang, maghrib pun tiba. Adzan berkumandang, waktu buka datang. Tidak seluruhnya masyarakat, namun sebagian besar menjadikan waktu buka puasa seperti pesta. Masakan terhidang di meja, mulai dari jenis A sampai jenis Z. Belum lagi takjil yang dibeli di Pasar Beduk. Ups, beberapa menit lalu dapat juga gorengan dari tetangga. Ketika waktu berbuka tiba, semua seperti hendak dimakan. Comot ini comot itu, akhirnya kekenyangan. Sholat maghrib jadi malas-malasan. Mending habis sholat tilawah dulu, tapi faktanya langsung makan nasi. Rencananya mau tarawih, malah ketiduran.
Salahkah kita?
Tidak juga.
Sekarang mari kita lirik saudara kita di Palestina. 74 orang sudah menjadi syahid dan 500 lainnya luka-luka atas serangan brutal Israel yang tidak pandang buluh. Perkampungan warga pun ikut diserang. Ketika Ramadhan tiba, bangun sahur mungkin bukan rutinitas, karena sudah terjaga sepanjang malam dengan perasaan was-was. Dan saat siang, baik yang beraktivitas maupun bersantai, tetap saja tidak bisa melewatinya dengan nyaman. Dan saat adzan berkumandang, berbuka seadanya [jika ada]. Ketika kita bisa mendengar menggelegarnya bunyi beduk, mereka disana bisa mendengar menggelegarnya bom-bom Israel. Ketika kita malas-malasan sholat tarawih di masjid, mereka disana tetap semangat walau nyawa di tepi jurang.
Mungkinkah mereka bisa menikmati makanan A sampai Z?
Mungkinkah mereka bisa menikmati takjil hasil ngabuburit?
Mungkinkah mereka bisa menikmati PESTA RAMADHAN yang kerap kita rasakan?
Salahkah kita?
Hmmm...
Jadi, kita musti gimana???
1. BOYCOTT
2. DONATE
3. PUBLISH
4. PRAY
Apa yang di boikot? Segala produk yang keuntungannya entah kemana dibawa pergi. Uang yang kita belanjakan untuk Coca-cola, Mc Donals, Danone, dan banyak lagi lainnya, akan menjadi peluru yang menghancurkan saudara kita di Palestina. Berusahalah sebisa mungkin menggunakan produk yang tidak masuk daftar boikot ini.
Donasi? Mari sisihkan sebagian uang kita untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Kita yang sudah terbiasa mandi makanan tiap bulan puasa, mulailah menguranginya. Kurangi uang yang kita gunakan untuk pesta ramadhan dan donasikan ke Palestina.
Publish? Sebanyak-banyaknya sebarkan info kebrutalan Israel ke seluruh pelosok dunia. Via BBM, Whatsapp, FB, Twitter, semuanya. Agar semua orang tahu bagaimana kejinya mereka terhadap rakyat Palestina.
Terakhir, do'a. Tiap waktu, jangan lupa sempatkan tengadahkan tangan kita. Memohon pada Allah atas saudara-saudara kita disana.
Jadi, mulai sekarang, mari kita peduli. Jangan sampai ramadhan kita habis dengan pesta saja. Tapi juga habis dengan ibadah dan do'a yang banyak untuk Palestina.
Silahkan gambar ini di-copy dan disebarkan.
Langganan:
Postingan (Atom)












