Selasa, 21 April 2015

Forum Studi Kedokteran Islam

Catatan Unknown pada 12:46 PM 1 komentar
Sekitar tiga minggu yang lalu, ada perasaan senang dihati karena amanah sebagai Kepala Departemen DAWA' di Forum Study Kedokteran Islam akan segera usai. Mubes akan dilaksanakan dan jabatan akan berganti tangan. Tentunya tanggung jawab yang selama ini membebankan segenap raga akan berkurang. Kemudian fokus dapat berganti ke akademik, peningkatan nilai ditahun akhir dan pengerjaan skripsi.

Hari bergulir, tibalah saatnya pembacaan LPJ DAWA'. Disanalah kemudian saya menjelaskan bagaimana kerja Departemen DAWA' dalam setahun ini. Membacakan hasil evaluasi keseluruhan dan mepresentasikan seluruh pertanggungjawaban. Kemudian, kritik dan masukan disampaikan oleh peserta sidang lainnya. Beberapa menit, sampailah pada penyampaian closing statement. Dan disinilah, entah kenapa rasa gembira itu tiba-tiba berubah.

Jumat, 06 Maret 2015

Skripsweet

Catatan Unknown pada 10:17 AM 0 komentar
Waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin melihat pengumuman kelulusan di Pendidikan Dokter Universitas Andalas. Eh, sekarang sudah memasuki tahun ketiga. Jika tahun pertama diiringi oleh MKWU, dan tahun kedua dibarengi dengan kegiatan sosial bernama FOME, maka tahun ketiga muncul stressor yang lumayan, wah! SKRIPSI!

Stressor!?

Ya, bagi sebagian orang mungkin menulis ilmiah seperti itu adalah kesenangan. Tapi bagi kebanyakan orang, dan bagi saya, yang lebih suka menulis fiksi dan diary, penulisan ilmiah seperti skripsi adalah hal yang cukup 'menguras otak'. Jangankan menyusun bab-bab nantinya, memikirkan judul saja butuh 2 bulan bagi saya.
Dimulai dari mengajukan judul terkait penyakit dalam, tapi apa daya ditolak. Akhirnya, karena mengikuti saran teman, saya ambil bidang psikiatri tanpa terlebih dahulu memikirkan judul yang akan saya buat. Dan, beginilah! Pembimbing satu dan dua sudah saya dapatkan lebih dari 2 bulan yang lalu, tapi baru 3 hari yang lalu saya mendapatkan inspirasi judul yang saya pikir menarik. Hanya saja, ketika saya kemudian menemui pembimbing satu saya, beliau hanya bilang, "Coba kamu pikirkan dulu apa tujuan dari judul ini. Kemudian baru kamu kembangkan judulnya."

Jumat, 12 Desember 2014

Dandan dan Islamic 21, Mengungkap Tabir Kecantikan Wanita dan Peradaban Islam di Eropa

Catatan Unknown pada 9:10 PM 0 komentar

Minggu, 7 Desember 2014 masih dalam rangkaian acara IMF 2014 diadakan DANDAN (Dauroh  ini dari Keputrian) dan Islamic 21 di Gedung I FK Unand. Dandan yang dimulai pukul 08.30 mengusung tema “Get Beauty and Healthy in Islam: Mengungkap Tabir Kecantikan Muslimah” deperuntukkan bagi muslimah. Dalam acara tersebut dihadirkan dua pemateri luar biasa, dr. Ennesta Asri, Sp.KK (dokter spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin) dan Ustadzah Neneng (ahli kosmetik). Acara dibuka oleh Wakil Dekan III FK Unand. Lalu dimulai dengan penyampaian materi oleh pemateri serta talkshow yang  dilanjutkan dengan Beauty Class.
Pada acara DANDAN, dibahas tentang kesehatan kulit, manfaat hijab dan wudhu terhadap kulit, pemakaian kosmetik yang sehat, hukum memakai kosmetik bagi kaum hawa, serta pengenalan kosmetik yang kerap digunakan sehari-hari. Peserta yang memenuhi Gedung I tampak antusias mendengarkan materi. Diakhir acara, diumumkan pemenang dari IMF Mencari Bakat serta penampilan dari tiap pemenang.
Masih di Gedung I, pada pukul 13.35, peserta ikhwan mulai tampak memenuhi ruangan. Rangkaian acara dilanjutkan dengan Islamic 21, nonton bareng film 99 Cahaya di Negri Eropa, film yang merupakan adaptasi dari  novel yang ditulis oleh Hanum Salsabila. Acara dibuka dan dipandu oleh Abdul Rahman (Pendidikan Dokter 2012) . Peserta yang datang dibekali dengan segelas minuman dan pop corn oleh panitia.

Senin, 08 Desember 2014

Beralih Pada Syiar Kampus yang Lebih Efektif

Catatan Unknown pada 11:56 AM 0 komentar
Syiar merupakan upaya untuk memperkenalkan berbagai hal dalam Islam kepada umat Islam sendiri yang pada kenyataannya masih minim pengetahuannya terhadap agama Islam maupun pada umat bukan Islam. Syiar mempunyai posisi dalam mengubah masyarakat umum menjadi masyarakat semi-afiliasi kepada Islam. Syiar itu bukan sesuatu yang kaku, namun dinamis, dapat berubah sesuai kebutuhan dan kondisi.

Di Forum Studi Kedokteran Islam KM FK Unand, kita mengenal syiar-syiar berbasis event. Ceriwis, Perikarditis, Bedah Shirah, Medis Praktis, dan lainnya. Banyaknya agenda event cukup alot membuat beberapa departemen harus saling mengalah dalam penyusunan time schedule global. Bahkan terkadang beberapa event tidak jadi dilakukan karena adanya event dari departemen lain.


Event bersifat syiar di FSKI kebanyakan dilaksanakan setiap blok. Waktu yang dipakai biasanya sore, sekitar jam setengah lima sampai menjelang maghrib. Untuk mengangkatkan event ini tidak pula semudah membalikkan telapak tangan. Perlu perizinan yang jelas dari dekanat, pencarian gedung yang harus rutin difollow up, belum lagi acara-acara tandingan dari UKM lain yang jauh lebih menarik, pencarian pemateri, waktu yang juga harus disesuaikan dengan sedemikian rupa, dan banyak lagi tantangan-tantangan dalam mengangkatkan event ini.

Jumat, 07 November 2014

Bye Bye...

Catatan Unknown pada 1:55 AM 0 komentar

Blog ini template nya bukan saya sendiri yang membuat. Template terakhir yang saya coba buat stagnan sampai tiga bulan karena sibuk kuliah dan organisasi. Maklum lah, bertambah senior di kampus dan bertambah semester, semakin sibuk. Maka dari pada template yang tidak jadi-jadi itu dibiarkan menghiasi blog saya, lebih baik saya langsung download template jadi di http://www.ipietoon.com/ hehe... Namun background headernya saya modifikasi jadi kartun buatan saya.

Sekarang, saya sudah benar-benar akan fokus kuliah. Tidak adalagi waktu untuk utak-atik HTML ataupun CSS. Buku-buku koleksi saya akan disumbangkan (untuk saya di masa depan).

Yah, begitulah, sekian curhatan gaje saya... Mohon doakan skripsi saya cepat kelar, organisasi lancar, dan kegiatan non kampus juga berbuah kesuksesan.

Amin...

Sebenarnya ini pun adalah blog baru. Postingannya semua saya impor dari blog lama. Blog lama saya entah berapa kali sudah diutak-atik templatte nya. Sudah tidak asyik lagi. Jadi, selamat datang blog baru., bye bye blog lamaa... HAPUS AKUN

Selasa, 04 November 2014

Upgrading Akhwat Dawa, Detik on Taplau

Catatan Unknown pada 1:00 PM 0 komentar
Sebelum menceritakan kisah seru perjalanan kami, izinkan saya memperkenalkan apa itu detik. Detik adalah singkatan dari Dawa' mEmang canTIK, sebutan untuk lima orang akwat yang aktif di Departemen Dawa'.

Hari, itu, Selasa, 28 Oktober, kami menghadapi Inti dan DPP FSKI dalam mempertanggungjawabkan proker kami selama setengah tahun kepengurusan. Cukup tegang, kami ditanyakan tentang beberapa hal. Setelah selesai, kami berkumpul di depan Gedung I, sekedar bercakap-cakap membahas ini dan itu. Entah dari siapa datangnya, muncullah ide untuk menghibur diri di tengah kepengurusan dengan jalan pagi ke taplau, yang selanjutnya kami sebut upgrading.

Senin, 07 Juli 2014

Gawean Baru

Catatan Unknown pada 12:46 PM 0 komentar
Mau curhat kegiatan saat waktu diluang-luangkan...

Aku hobi membaca novel, setelah habis satu novel, biasanya mulai ngetik-ngetik. Setelah bosan ngetik-ngetik, mulai lirik-lirik film, sambil nonton film, asyiknya lipat-lipat origami. Atau sambil ngemil yang manis-manis. Hihi... Film habis, mulai deh gunting sana-sini, hias-hias dinding kamar. Terus, jika sore, sambar HP, pergi diam-diam sendirian, cari objek-objek menarik untuk difoto (kamera ngga punya sih). Sambil wisata kuliner juga kalau kantong lagi penuh. Hihi... Sudah di tempat sepi, sendiri, sambil mendengar deburan ombak, paling asyik keluarkan buku, coret-coret menumpahkan kegalauan. Kalau lagi ngalir, jadi deh puisi. Kalau lagi buntu, sobek kertas, buang.

Nah, akhir-akhir ini ada hobi baru. ART VECTOR!!!
Dan dibanding semua-semua yang diatas, sepertinya ini lebih bermanfaat...
Check itu out!!!



Mulai dari mencoba membuat foto sendiri jadi kartun. Sebenarnya cuma jiplak doang, terus diwarnai. Dan hasilnya lumayan lah. Gambar diatas terlihat lebih cantik dari orang aslinya, hehe... Tapi orang aslinya punya hati yang lebih cantik daripada gambarnya. (Memuji diri sendiri, daripada ngga ada yang muji).


Terus mulai minta foto orang buat dijadikan kartun...
Masih jiplak nih ceritanya.


Kemudian berniat membuat hal yang lebih bermanfaat. Pakai kata-kata motivasi gitu...


Lalu mencoba mengurangi jiplak-menjiplak. Masih ada unsur jiplaknya, memang. Jiplak mata dan jilbab foto teman.

That's all!!!
Hobi baru!
Gawean baru!

Masih banyak kekurangan memang, tapi, tetap semangat! Terus mencoba, terus belajar! Untuk menghasilkan 'sesuatu' yang lebih baik...


*NB: Pengennya bikin kartun yang memotivasi para muslimah. Semoga suatu saat nanti tercapai~

Rabu, 08 Januari 2014

Sekeping Hati

Catatan Unknown pada 12:56 PM 0 komentar
Hidayah, sungguh beruntung gadis itu menemukannya dalam usia yang begitu muda. Anugrah besar ketika ia mulai menutupi seluruh auratnya dan mengabdikan diri atas nama Tuhannya. Ia mendalami kitab-kitab agamanya dan begitu bersemangat mengerjakan amalan-amalan sunnah. Walau kadang jemu dan rindu membuatnya ingin pergi dari pesantren. Ia tetap menguatkan hati mempersiapkan diri untuk hal yang lebih berarti.

Bahkan ia sendiri yang dulu membujuk keduaorangtuanya agar diperbolehkan terkurung dari dunia. Ia sendiri yang bergelora menuntut ilmu lebih dari sekedar menggapai cita-cita. Ia sendiri yang membuat angan untuk menjadi pribadi muslim sesungguhnya.

Ia mulai menghapal qur'an disepertiga malam terakhir. Ia mulai bersemangat membawa angannya jauh dalam pengabdian terhadap agamanya. Ketika... sudah akhir dari masa SMPnya, ia harus pergi dengan segala pertimbangan.

Orang bilang, itu lebih baik untuknya. Tapi...


Kemudian ia terbangun di tempat yang baru. Namun, bukan sayup-sayup sepertiga malam terakhir yang membangunkannya, melainkan adzan subuh. Ia merasa terlambat, ia merasa paginya telah pergi. Ketika ia keluar, ia saksikan teman-temannya tak sempurna menutupi aurat mereka, tak benar-benar mengejar tilawah dan memuroja'ah hapalan, tak sungguh-sungguh mendalami agama. Aah, mengapa disini berbeda? Mengapa dunia yang fana jadi indikator kesuksesan.

Dan ia sendiri. Sendiri dan mulai terbawa arus.

Dalam hatinya penuh pergolakan. Ia masih ingin dikuatkan dengan halaqoh dan ukhuwah. Ia masih perlu ditegur oleh ustadz dan ustadzahnya. Ia belum sepenuhnya matang untuk menjadi sendiri. Ia belum kuat untuk menyandang gelar ghuroba'.

Ia teringat sebuah nasyid, Sekeping Hati.

Ya, Sekeping Hati yang berlari di jalanan sepi.

Ia berlari. Ia berharap tiga tahun terlewati dengan cepat. Ia berharap ia segera keluar dari kehampaan dan mencari lagi cahaya di tempat lainnya. Ia berharap, ia lalui jalanan sepi hingga menumukan keramaian yang bisa membawanya kembali seperti dulu. Ia begitu terobsesi untuk cepat keluar, dan mendapati jalan kebenaran yang indah terbentang, atas nama pejuang.

Dan ia bimbang menyadari dirinya telah melebur. Akankah kakinya kuat untuk tetap melangkah bila bertemu duri di jalan? Sementara ia telah lupa isi kitab-kitab yang dibacanya. Ia telah lupa hadist dan ayat yang dulu dihapalnya. Ia telah membuka sedikit dari aurat yang musti dijaganya. Ia rapuh, lemah, biar lubuk hatinya hancur, ia lebih memilih "diterima" lingkungannya daripada mempertahankan apa yang telah merasuk dalam jiwanya.

Dan ia hanya menunggu, menunggu, dan menunggu, waktu bergulir dengan golakan hati dan kesabaran yang begitu teruji. Suatu saat nanti, ketika tiba saatnya ia dapat menentukan sendiri jalan hidupnya, ia akan mencari lagi cahaya yang dulu ditinggalkannya.

Itulah mengapa ia menamai dirinya, Sekeping Hati.

Jumat, 03 Januari 2014

Escape

Catatan Unknown pada 10:39 AM 0 komentar

Mataku tertuju pada sebuah sepatu teplek merah muda. Sepatu itu pastilah cocok dengan gamis hitamku yang bercorak bunga-bunga merah muda. Aku juga sudah membeli jilbab merah muda dan tas tangan senada sebagai paduannya. Rencanya akan kukenakan dalam pesta pernikahan teman karibku semenjak duduk di bangku menengah atas yang akan dilangsungkan dua minggu lagi.

Dengan sigap kuambil sepatu itu dan kucocokkan dengan kakiku. Sangat manis kelihatannya. Namun kuputuskan juga untuk meminta pendapat Darma, lelaki penggemar kemeja kotak-kotak disampingku. Dengan senyum ramahnya ia mengangguk setuju. Tanpa lebih lama lagi melihat yang lain aku segera membayar sepatu itu. 


Begitu keluar dari toko sepatu, kupandang ramainya kerumunan manusia di mall. Mataku melirik waspada pada orang-orang yang terlintas pandangan. Begitu juga mata Darma. Kami seperti dimata-matai sekaligus memata-matai. Seakan-akan ada golongan musuh yang harus kami hindari.

Berbelok ke arah kiri, kami berjalan dengan cepat. Aku melangkah setengah menunduk, wajahku harus terlindungi dari pantauan orang yang tidak boleh mengetahui keberadaanku. Darma dengan setia menarikku jika aku hampir menabrak siapa saja ketika berjalan.

Menuruni eskalator, mata kami melirik waspada pada orang-orang yang mencurigakan. Seakan-akan kami buronan, dimata-matai sekaligus memata-matai. Seakan-akan kami mengemban misi besar yang sangat rahasia, yang bermanifestasi pada kelangsungan kehidupan orang banyak. Maka kami harus selamat, menjaga agar keberadaan kami tidak terdeteksi orang banyak.

"Dorr!" suara menggemuruh tiba-tiba terdengar satu lantai diatas kami.

Keramaian mall tiba-tiba terusik, Orang-orang yang sebelumnya tenang berlalu-lalang mulai berlarian mencari tempat sembunyi. Wajah-wajah yang tadinya ceria berubah cemas penuh ketakutan.

Sekilas kupalingkan kepalaku kebelakang, sedikit menengadah mencari sumber sementara eskalator berjalan turun. Seorang pria rapi dengan kemeja hitam dan kaca mata hitam menembakkan pistol ke udara. Tapi. masalah lain dengan cepat muncul. Segerombolan suku kubu dengan celana cheers konvensional dan coretan pipi yang khas tiba-tiba mengguyuri pintu depan mall di lantai dimana eskalator kami menuju, baseman. 

Dengan sigap Darma menggenggap erat lenganku, membantuku lompat ke eskalator disebelahnya yang menuju keatas. Tas berisi sepatu merah jambuku jatuh. Sekilas teringat pesta temanku nanti, namun kubiarkan. Kali ini ada yang lebih penting untuk diselamatkan. Sepatu itu bisa dibeli lagi, toh jaraknya masih dua minggu.

Aku dan Darma berlari, berpacu dengan jalan eskalator, lalu berbelok ke arah yang berlainan dari pria rapi yang menambak ke udara tadi. Kami menyelip diantara kerumunan orang-orang ketakutan, sementara gerombolan suku kubu dengan panah dan tombak mengejak kami.

Darma membawaku memasuki lift yang kemudian melaju ke lantai sembilan, lantai paling atas. Lalu kami keluar dan menaiki tangga yang membawa kami ke atap. Sebuah pulpen hitam dikeluarkan Darma dari saku celana hitamnya. Dari mata pulpennya keluar untaian tali yang panjang. Ujung atas pulpen pun berubah menjadi pengait yang kuat. Tak mau kalah, kukeluarkan juga benda yang sama dari tas sampingku. Kami mulai beraksi, menuruni bagian belakang gedung dengan cepat. Aku sedikit terganggu dengan rok panjang yang kukenakan, namun bukan masalah berarti. Kecepatanku tak kalah dari Darma.

Tak sampai semenit, kami sampai di bawah. Darma menekan tombol klik di sisi pulpennya sehingga pengait hilang dan tali kembali masuk ke pulpen. Begitu juga aku. Kemudian kami lari, sekencang-kencangnya, sejauh-jauhnya. Menjauhi kejaran suku kubu dan panah-panah yang yang mulai dilemparkan dari atap gedung.

Dan aku, terbangun. Dua kali sudah mimpi aneh itu bertandang dalam tidurku. Pada kenyataanya, aku bahkan belum pernah ke mall itu, dan aku sama sekali tidak mengenal Darma. Apalagi misi yang kami emban yang membuat keselamatanku menjadi taruhan.

Masih separuh mengantuk, kuputuskan berdiri dari kasurku. Baru kusadar pakaianku masih sempurna menutupi auratku, aku pasti tertidur kelelahan setelah pulang dari kampus siang tadi. Kulirik jam, masih satu jam lagi sebelum azan ashar. Kuputuskan untuk membasuh muka, merapikan kembali pakaianku dan membeli roti di luar apartemen.

Baru saja kubuka pintu kamar apartemenku sedikit, aku dikejutkan oleh orang-orang kubu yang lalu lalang, seakan-akan mencari sesuatu. Segera kututup kembali, otakku tiba-tiba menyeruak agar aku menyelamatkan diri. Kuputar mataku, melihat apapun disekelilingku. Tanpa pikir panjang, kubuka jendela apartemenku, dan kupandang yakin sembilan lantai kebawah. Tidak ada Darma yang membantuku lari, tidak ada pulpen bertali yang menakjubkan. Ya, tidak ada apa-apa yang menjamin nyawaku.

Perlahan kututup mataku, kuyakinkan diriku. Semua itu tidak berarti, karena aku punya satu yang kuyakin lebih dari apapun, Allah. Ya, Allah, yang hidup matiku ada ditangannya. Sekarang, yang penting, aku melarikan diri, mengusahakan keselamatanku sekaligus menyelamatkan misi yang tak kumengerti.

Sabtu, 16 November 2013

Media Sosial, Meruntuhkan Dinding Pemisah

Catatan Unknown pada 11:12 PM 0 komentar
Biar satu rumah kontrakan terkadang chat facebook lebih afdhol untuk menyelesaikan kesalah pahaman.

Biar kamar bersebelahan line lebih dipilih ketimbang keluar sebentar.

Biar kamar berhadapan sms-an lebih asyik daripada bersahut-sahutan.

Biar ruang tengah bisa jadi tempat berkumpul grup whatsapp lebih seru dijadikan tempat nangkring bersama.

Ya, itulah susahnya jika kamar-kamar dipisahkan dengan dinding yang tak bisa ditembus jasad, sehingga sinyal jadi lebih penting dibanding getaran suara~

Ckckck... jaman sekarang, sih media sosial meraja~


*Balada aku, Alifa, dan Dya, 3 anak cantik yang terjebak di dunia maya.

Selasa, 12 November 2013

Ayo Like CORRINA finalis Unand Award X

Catatan Unknown pada 10:03 PM 0 komentar

Jadikan Corrina finalis favoritmu!!!
Like foto dan video youtube untuk mendukung Corrina menjadi Most Favorite dalam ajang Unand Award X
Ayoo.... Tunggu apa lagi!!!

Youtube: Klik disini

Jumat, 18 Oktober 2013

Logo untuk IMF ~ Zaza

Catatan Unknown pada 6:01 AM 0 komentar
Logo kosong



Kamis, 04 Juli 2013

Renungan Isra' Mi'raj

Catatan Unknown pada 9:11 AM 0 komentar
Writed by: Muthya Harystha, PenDok Unand 2011...


Beberapa hari yang lalu diperingati sebuah peristiwa besar dalam Islam yaitu Isra’ Mi’raj. Mari kita kembali mengingat dan merenungkan peristiwa agung ini.
Isra’ Mi’raj adalah satu malam yang penuh berkah, dimana Allah  menurunkan perintah untuk menjalankan amalan shalat. Para ulama berbeda pendapat tentang kapan peristiwa Isra’ Mi’raj ini terjadi.  Ada yang mengatakan Bulan Rajab, ada juga yang mengatakan Bulan Rabiul Awal. Kita tidak perlu larut dalam perdebatan, karena bukan tanggalnyayang penting melainkan perintah Allah yang harus diperhatikan dan dilaksanakan.
Isra’ Mi’rajdidahului oleh peristiwa yang amat menyedihkan bagi Rasulullah, yaitu kematian dua pembela setia beliau, yaitu Sang Paman Abu thalib dan istri tercinta, Khadijah. Allah kemudian menghibur Rasul SAW dengan peristiwa Isra’ Mi’raj.  Malaikat Jibril diperintahkan untuk menemani Rasulullah melakukan Isra’, perjalanan dari Makkah (Baitul Haram) ke Yerusalem (Baitul Maqdis). Disana rasul SAW melakukan mi’raj, perjalanan dari Baitul Maqdis ke langit ke-7 untuk menerima perintah shalat dari Allah. Perjalanan ini dilakukan dalam satu malam.
Setelah menerima perintah shalat dan mengalami peristiwa luar biasa ini, Rasul SAW berkhutbah di hadapan Kaum Quraisy. Apa yang terjadi? Rasul dianggap gila, bagi mereka mustahil Yerusalem dapat ditempuh dalam satu malam. Bahkan beberapa orang yang sebelumnya telah memeluk islam kembali kafir karena tidak percaya, naudzubillah. Hanya segelintir sahabat yang tetap beriman. Maka begitu besar keimanan para sahabat yang tetap menjadi muslim di saat Rasul SAW menyampaikan kabar yang sulit diterima akal.
Lalu apa yang bisa kita lakukan sekarang? Jagalah shalat kita. Ingatlah Q.S 29:45 “Sesungguhnya shalat itu mencegah  perbuatan keji dan mungkar. Dan ketahuilah bahwa mengingat Allah (shalat) itu lebih besar keutamaannya dari ibadah yang lain”.Yakinlah, jika shalat kita baik, maka akan baik pula amalan lainnya, Insyaallah. Semoga momen bersejarah umat islam ini tak hanya sekedar lewat dan berlalu begitu saja, tapi dapat kita ambil hikmah darinya.

Sumber : taushiyah

Jumat, 07 Juni 2013

Huru Hara 28 D

Catatan Unknown pada 9:04 AM 0 komentar
Waaah, rasanya baru kemaren melewati BAKTI 2012, jadi maba (untuk yang kedua kalinya *ups...), sekarang sudah sampai aja di puncak tahun satu. Artinya, sebentar lagi bakalan dapat kelompok tutorial baru. Hmmm... benar-benar bikin nano-nano. Seperti yang sudah sama-sama kita ketahui (Kita!? Lo aja kali -__-), yang paling khas dari tutorial itu adalah sharing pendapat. Dan tentunya, untuk makhluk yang berinisial sharing ini, butuh yang namanya 'KLOP' antar pen-sharing. Buat tipe-tipe orang seperti saya yang individualis cuekis abis dan agak susah mengompakkan diri, bakalan susah banget yang namanya  meng-KLOP-kan diri dengan orang-orang baru.
Apalagi yang namanya sudah ada chemistry dengan orang-orang purba (*baca: lama), membuat rasa nyaman yang telah terbina sejak raja api menyerang ini tak ingin rasanya pupus sia-sia. Tapi apa boleh dikata, mahasiswa tetaplah mahasiswa, dosen tetaplah dosen, koor blok tetaplah koor blok, dekan tetaplah dekan. Kuasa tidak sepenuhnya ada digenggaman mahasiswa walau menurut sejarah mahasiswa selalu ampuh untuk menggenggam penguasa, hihihi... Terima tak terima, kelompok memang harus berganti. Mau tidak mau, memang harus menyesuaikan diri lagi dengan orang-orang baru.

Nah, oleh karena itu, penulis berinisiatif untuk mengabadikan teman-teman purba (kelompok yang lama) di Blog geje ini. Oke, kata pengantar siap, sekarang masuk ke isi... Chek it out!!!

Hari itu, dengan semangat maba, saya melihat pengumuman pembagian kelompok di mading akademik. Dimulai dari baris pertama paling kiri. Kelompok satu... ngga ada nama gue, kelompok dua.... ngga ada nama gue, kelompok 7........ juga ngga ada nama gue, kelompok 10..... juga ngga ada nama gue, kelompok 15....... huaa jangan-jangan gue ngga dianggep, kelompok 20........ apa gue benar-benar lulus ya, disini?? kelompok 25...... haduuuuhhh... paniiiikkk.... and the last one!!! kelompok 28........ INTAN EKAVERTA tau gini, tadi gue liatnya dari bawah kanan, bukan kiri atas -___-" (NB: Telah diperlebay).

Alhasil, didaptkanlah nama-nama purba yang takkan terlupakan!!!!

Citra Resmi Dewanti
Sebut saja Citra, anak Pekan Baru yang saaaaaaannnnntttttaaaaaaiiiiiii banget. Citra paling suka jual-jualan. mulai dari jualan rok sampai modul histologi. Kalau makan, maunya yang murah-murah. Kalau julo-julo paling semangat 5.000 per hari. Cocok banget lah jadi bendaharanya 28. Hobinya traveling ke tempat-tempat wisata. Hidupnya tanpa beban. Eh, tapi satu ada beban yang selalu dibawa Citra kemana-mana, yaitu komplikasi BROCA yang bikin Beb yang satu ini kalau ngomong suka salah-salah. Seharusnya Citra dulu ikut OR UKM Jurnalistik BROCA di kampus. Sayang sekali, minat Citra itu ilmiah. Wew...

Denada Florencia Leona
Panggilannya Dena, konon akhir-akhir ini ada someone yang memanggilnya dengan nama kesayangan "Denandut", dikarenakan kelangsingannya tidak jauh beda dengan saya. Yaah, kesan pertama melihat Dena begitu perfect. Dena terlihat seperti anak super duper pintar yang egois dan sama sekali tidak humoris. Tapi ternyata, setelah mengenal Dena, melihat kedatangannya saja sudah membuat bibir lentur pengen ketawa. Dena juga baik banget, pandai menghibur, dan mudah bergaul dengan siapa saja. Cewek manis yang satu ini merupakan K-POP Lovers tingkat dewa, lho... wew.... Mulai dari Lim Bung sampai Sam Bung dia tau semua. Bahkan Xu Ching Gha Ryoung pun dia hapal. Keren banget, yaak... Dena juga punya kisah 'Cinta Dalam Hati' yang sulit diungkapkan sehingga membuatnya teriris tiap kali memotong bawang. Tenang, cinta itu pasti datang, Dena, kita diciptakan sudah punya Ab.a.ng-nya masing-masing. Yang penting memperbaiki diri dulu. Satu hal yang tidak akan saya lupakan dari seorang Dena, cayahnya yang minta maaf. It's Okey, biar cayah yang penting bertanggung jawab. Gue suka gaya loe!!!

Denisa Alfadilah
Gadis asal Serang yang satu ini, benar-benar rentan terserang galau. Konon katanya ada kisah yang sulit sekali diungkapkan. Berhubung saya tidak berpengalaman dalam hal yang satu ini dan juga tidak punya orientasi yang pasti, jadi saya pun susah untuk ikut menyelesaikan tiap permasalahan 'si pemilik secuil darah Payakumbuh' yang lebih akrab dipanggil Denis ini. Eits, dia cewek, lho, bukan cowok. Denis adalah kestari paling oke seantero 28. Kerajinan tangannya jangan diragukan lagi. Mulai dari absen sampai origami mah lewat kalau sudah tersentuh tangan Denis. Seakan-akan Denis punya sihir yang membuat segalanya jadi rapi. Denis adalah anak yang hobi banget 'jalan-jalan'. Mau ke PA, ke Basco, ke Gramed, ke Taplau, ajak Denis, deh. Dia bakalan mau. Sampai-sampai pernah kecolongan BB di Pasar Raya. Pas itu perginya sama saya. The last, satu pesan untuk Denis yang dikenali dengan kata-kata marasmus, tetap semangaaat!!!!

Fitri Amelia Rizki
Ini dia kestari kedua 28. Disiplin, teguh pendirian, tangguh, prinsipnya kuat. Pertama kali ketemu Fitri waktu BAKTI di Unand atas. Tapi abis itu sempat lupa, hingga akhirnya diingatkan kembali ketika BAKTI di Unand bawah :). Fitri adalah orang pertama di kelompok yang saya kenal. Darah padang berdomisili di Riau ini adalah anak yang terlahir ilmiah dan hygienist. Sabun dan hand sanitizer siap sedia dibawa kemana-mana. Fitri juga jadi gudang mencari bahan kulian saya lho. Mau rekaman kuliah? Minta fitri. Mau foto histologi? Minta fitri. Yaah,, pokonya jangan ragukan lagi deh, kerajinannya Fitri. Kosannya Fitri juga jadi tangkringan 28 kalau lagi butuh tempat nyantai yang dekat. Jadi Fitri musti selalu siap dengan segala keberantakan yang kami ciptakan dikosannya yang nyaman.

Harist Tampubolon
Ini dia ketua 28. Tapi, ini dia juga rekor paling ter-bully di 28. Satu-satunya makhluk ber-genre pria di 28 yang seringkali diomeli karena satu dan lain hal oleh anggota-anggota lainnya. Tapi Harist tetap sabar dan tawakkal. Harist juga merupakan makhluk yang jarang kumpul dengan 28. Maklum, lain sendiri. Hihihi,,, Apa lagi, ya tentang Harist? Hmmm.... bingung deh, yang jelas Harist adalah Orang Percobaan sejati 28 kalau lagi praktikum. Soalnya Harist lah orang yang paling memenuhi syarat. Itu saja kali ya, tentang Harist. Berhubung Harist jarang ikutan kumpul-kumpul, jadi, maaf ya Harist, kalau sampai saat ini saya belum mengenal Harist sebagaimana saya mengenal teman-teman 28 lainnya. Tapi, tetap semangat, Harist. Jadilah pemimpin yang tegas!

Megi Rantau RS.
Yang paling penting dari Megi adalah, RS itu bukan Rumah Sakit. Tapi nama marganya Megi, Royalne Samalinggai, nama yang paling sulit dihafal diantara semua 28. Sesulit bahasanya Megi yang sering ia gunakan ditelepon. Megi adalah pendatang baru di 28 yang datang tak dijemput tapi pulang minta diantar. Megi tidak jauh-jauh dari Citra, sama-sama enjoy abis. Megi suka banget Agnes Monica sampai-sampai dinobatkan sebagai Agne-nya 28. Eh,, "S" nya lupa. Megi super keren kalau lagi nyanyi. Yah, mungkin juga itu effect-nya Tante Agnes. Yang paling tak terlupakan dari Megi adalah suaranya yang tidak angin tidak ada hujan tiba-tiba muncul memanggil "Intan" dengan suara yang cetar badai membahana setiap saya lewat disamping kosannya. Maklum, kami tetangga -___-".

Mhicya Utami Ramadhani
Ini dia nama dengan penulisan tersulit di 28. Mhicya itu ada kepanjangannya, tapi saya lupa. Ingatnya cuma yang C, yaitu Cinta. Gadis imut ini pandai banget nyanyi, lho. Secara, anak PaDus. Mhicy adalah anak yang semangat 45-nya untuk menggapai prestasi begitu menggebu-gebu. Bukan cuma itu, semangat mem-bully-nya juga tak kalah menggebu-gebu. Apalagi kalau Mhicy dan Dena mulai  bersiteru, wah, keadaan tiba-tiba berubah seru. Kalau secara kronologis, Mhicy adalah anak paling muda di 28. Tapi secara biologis, Mhicy adalah anak paling matang karena lihai dalam make-up dan kemana-mana selalu sedia bedak.

Nurul Husna Muchtar
Panggilannya Nurul, anaknya 'terlihat' kalem diawal-awal, tapi ternyata itu persepsi yang salah. Nurul adalah anak yang warna bajunya selalu senada dengan warna histologi. Kalau lihat foto keluarganya Nurul, seakan-akan kita melihat Nurul dimana-mana. Sampai-sampai kepala pusing berputar melihatnya. Tapi mudah kok mendeteksi yang mana Nurul, cari saja yang paling cantik, itu kakaknya Nurul, yang cantik kedua, kakaknya Nurul yang nomor dua *eh... Nurul cantik keberapa dong? Abis semua sama. Menurut gosip yang beredar, nih, Nurul sebentar lagi akan dijodohkan dengan pemuda soleh antah berantah dan akan segera menikah. Wah, mendahului yang lebih tua. Tapi ngga papa Nurul, yang penting pada sesi makan-makan saya diundang.

Ranny Anneliza
Entah mengapa ketika mendengar Ranny memperkenalkan diri yang pertama teringat adalah pelajaran tentang phylum annelida, hihihi.... Ranny adalah anak yang dulunya hobi lalok tapi sekarang katanya ngga hobi lagi. Anak yang satu ini berkesan tangguh, dapat dibuktikan dengan dialeknya saat mengatakan kata 'TAGODOK'. Ranny adalah orang pertama yang saya rasakan ketulusannya dalam emnuntut ilmu kedokteran. Sepertinya ia begitu ingin menolong orang. Hal itu dapat dilihat dari keseriusannya tiap SL dan praktikum. Saya yakin sekali Ranny lebih suka praktek dari pada teori. Tapi Ranny lihai baik dalam praktek maupun teori. Darah Payakumbuh ini suka banget dengan Team Medical Dragon. Favoritnya adalah Assada Sensei. Semoga suatu saat nanti Ranny benar-benar bisa menjadi Asada, yaak....

Rizki Audita
Bisa dipanggil Kiki, makhluk berkostum histologi yang semuanya serba teratur. Ekspresinya bukan main hebat, tidak ada yang bisa menirukan. Apalagi ketika bibir Kiki bergelombang, seakan-akan dunia ikut bergelombang. Itulah sebabnya saya menobatkan Kiki sebagai "Mother of Expression" 28. Kiki sangat hobi sariawan, *eh... tapi sekarang sepertinya hobi itu sudah ditinggalkan. Yang paling menonjol dari Kiki ini adalah kebundokanduangannya. Kiki juga mengakui bahwa ia sudah punya orientasi jelas akan orang dimasa depannya, sehingga tidak mudah nge-fans dengan korea-koreaan yang juga disukainya. Wah, sudah pernah cicipin puding buatan Kiki? Rugi kalau belum!!!! Ayo buruan beli.......


Ada sedikit gallery 28, nih...


Sekian dulu uraian saya tentang 28. Semoga terpecah belahnya letak 28 nantinya tidak memecah belah persatuan hati dan chemistry yang telah terbina dari blok 1.1. Akhir kata, semoga 28 dapat menggapai cita-citanya masing-masing. Sukses terus 28!!!

Salam terapeutik :)








Jumat, 01 Februari 2013

28 in MFAF

Catatan Unknown pada 11:43 AM 0 komentar






Selasa, 01 Januari 2013

Journalism Week

Catatan Unknown pada 12:57 PM 0 komentar

Guys... ada lomba nih... ayo ayoo ikut....

1.    Contact Person
Nesha Pratiwi (Pendidikan Dokter 2012)
Hp                                    : 085766422485
Email                               : neshapratiwi356@gmail.com (email digunakan untuk pengiriman karya)
No.Rekening                   : 553501006654535 a.n Nesha Pratiwi (rekening untuk mengirimkan uang pendaftaran lomba)

2.    Bidang yang dilombakan
a.    Cerpen
b.    Fotografi


3.    Tingkat
Provinsi Sumatera Barat-Riau

4.    Peserta
a.    Siswa SMA/ MA/ Sederajat se Sumbar-Riau
b.    Mahasiswa Universitas/ Politeknik/ Poltekes/ Sekolah Tinggi lainnya se Sumbar-Riau

5.    Hadiah
a.       Juara 1 Lomba Cerpen/ Fotografi:
· Trofi Journalism Week 2013
· Uang Tunai sebesar Rp500.000,00
· Tiket Seminar Nasional, Talkshow Menulis dan Jurnalistik, JW 2013. (2 SAPS Nasional)
· Sertifikat Penghargaan
b.      Juara 2 Lomba Cerpen/ Fotografi:
· Uang Tunai sebesar Rp300.000,00
· Tiket Seminar Nasional, Talkshow Menulis dan Jurnalistik, JW 2013. (2 SAPS Nasional)
· Sertifikat Penghargaan

6.    Batas Pengiriman Karya
Februari 2013

7.    Ketentuan Lomba
1)    Unduh formulir pendaftaran di blog, facebook dan twitter yang disediakan panitia Journalism Week Broca 2013
2)    Lengkapi formulir pendaftaran dengan data yang tepat dan akurat
3)    Peserta boleh mengikuti lomba pada satu/ kedua bidang dengan syarat mengunduh formulir pendaftaran pada masing-masing bidang dan membayar uang pendaftaran di setiap bidang
4)    Kirimkan karya melalui e-mail/ pos/ paket sesuai dengan ketentuan pengiriman yang ada.
5)    Pemenang (1 dan 2) akan dihubungi langsung oleh pihak panitia dan diundang untuk menghadiri Seminar Nasional dan Talkshow JW 2013 sekaligus menerima hadiah
6)    Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

8.    Ketentuan Pengiriman Karya:
a.    Via Email:
1)        Karya dikirimkan ke email yang telah ditentukan paling lambat tanggal 28 Februari 2013
2)        Karya dikirimkan beserta formulir pendaftaran yang telah dilengkapi dan foto bukti transfer/ pengiriman uang pendaftaran dari atm/ bank dalam bentuk .jpg
3)        Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 cerpen/ foto, maksimal 3 dengan syarat setiap cerpen/foto harus diangkat dari tema berbeda yang telah ditetapkan
4)        Jumlah uang pendaftaran yang ditransfer sesuai dengan jumlah cerpen/ foto yang dikirimkan dikali Rp30.000,00
5)        Karya yang dinilai adalah karya yang melampirkan formulir pendaftaran dan foto bukti transfer dengan jumlah yang sesuai.

b.    Via Pos/ Paket:
1)        Karya diposkan/ dipaketkan ke Sekretariat Broca BEM KM FK UNAND di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jati, Padang. Kode Pos: 25128, paling lambat tiba tanggal 28 Februari 2013
2)        Karya yang dipaketkan dalam bentuk hardcopy untuk cerpen dan print out/ cetakan foto untuk fotografi
3)        Sertakan juga hardcopy lembar formulir pendaftaran yang datanya telah dilengkapi dan bukti transfer/ pengiriman uang pendaftaran yang dikeluarkan oleh atm/bank
4)        Peserta yang tidak sempat mentransfer boleh langsung menyertakan uang pendaftaran di dalam amplop/ karya yang dikirimkan
5)        Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 cerpen/foto, maksimal 3 dengan syarat setiap cerpen/ foto harus diangkat dari tema berbeda yang telah ditetapkan panitia
6)        Jumlah uang pendaftaran yang ditransfer/ dikirimkan sesuai dengan jumlah cerpen/ foto yang dikirimkan dikali Rp30.000,00
7)        Karya yang dinilai adalah karya yang melampirkan/ menyertakan formulir pendaftaran, foto bukti transfer/ uang pendaftaran dengan jumlah yang sesuai.

LOMBA CERPEN
Biaya Pendaftaran : Rp30.000,00 per jumlah karya yang dikirimkan
Tema                      : 1. Alam
                                  2. Pahlawan
                                  3. Wanita


Persyaratan Cerpen
1.         Cerpen diketik minimal dalam 2 lembar HVS ukuran A4 sesuai dengan tema yang telah ditentukan
2.         Jenis, ukuran huruf, spasi dan margin yang digunakan diserahkan kepada peserta sesuai dengan keinginan masing-masing
3.         Perhatikan penggunaan EYD, huruf kapital dan aturan penulisan baku lainnya.

LOMBA FOTOGRAFI
Biaya Pendaftaran    : Rp30.000,00 per jumlah karya yang dikirimkan
Tema                              : 1. Alam
                                            2. Kebudayaan Minangkabau
  3. Sosialita
Persyaratan Foto
    1.              Foto diambil minimal menggunakan kamera 5MP
    2.              Foto dilombakan dalam kategori biasa dan diberi judul sesuai dengan tema yang telah ditentukan
    3.              Foto/ karya yang dikirimkan via email maksimal berukuran 4 MB
    4.              Foto/ karya yang dikirimkan via pos/paket maksimal berukuran 5R
    5.              Perhatikan keindahan objek, pencahayaan dan fokus dalam pengambilan gambar.
Mau ikut? ayo, download formulirnya disini
 

Se-kepinghati | Powered by Blogger
Blogged by Intan Evrt | Blogger Template by Se-kepinghati Corporation