Selasa, 28 April 2015

Soichiro Honda, Pecinta Mesin yang Pantang Menyerah

Catatan Unknown pada 10:26 AM 0 komentar
Siapa yang tak kenal merk "Honda", produsen motor terbesar di dunia. Tak hanya motor, perusahaan ini juga memproduksi mesin pembakaran, mobil, robot, bahkan pesawat. Honda sendiri berdiri sejak 24 September 1948 dan terus berdikari hingga menjadi perusahaan besar seperti saat ini.

Lantas, tahukah kita tentang bagaimana jatuh bangun Si Pembuat Honda? Ya, dialah Soichiro Honda, bisa dibilang anak kampung. Sejak usia mudanya Soichiro sudah tergila-gila pada mesin. Untuk memahami mesin apa saja akan dia lakukan. 

Jumat, 27 Juni 2014

Yoyoh Yusroh, Sosok Muslimah Teladan

Catatan Unknown pada 12:22 PM 0 komentar
Sosoknya memang  sederhana dan bersahaja. Ia merupakan salah satu dari ke-4 orang pimpinan Komisi VIII DPR yang membidangi masalah agama, sosial dan pemberdayaan perempuan. Bunda Yoyoh Yusroh merupakan perempuan yang sangat getol berorganisasi. Bahkan semenjak masih remaja, dirinya sudah aktif mengikuti organisasi seperti pelajar islam Indonesia, tahun 1980an, bahkan juga pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Menurut Bunda Yoyoh keaktifannya di sejumlah organisasi dan LSM dilakukan semata-mata untuk menegakkan amar ma ruf nahi munkar.
Keterlibatannya dalam kerja dewan sejak tahun 1999 tidak menyurutkan langkahnya dalam dakwah di tengah masyarakat. Taujihat dan ceramahnya senantiasa dinanti setiap muslimah. Ia adalah sosok yang gigih memperjuangkan RUU Pornografi dan mengusulkan kemungkinan TNI wanita berjilbab.
 Beliau juga memimpin rombongan Viva Palestina yang dikoordinir oleh Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP), dan melalui perjuangan berat akhirnya mampu menembus Gaza dengan dikawal barisan panser tentara Mesir. Kiprah beliau yang sangat padat bisa dilihat dari rentetan tugas  dan penghargaan yang beliau dapat. Selain di DPR beliau juga aktif sebagai anggota Dewan Pakar ICMI (Tahun 2005-2010), bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Lansia.  Tak hanya itu, sejumlah tanda jasa pun pernah diterimanya, seperti International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000, International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003, dan Mubaligh National dari Departemen Agama Pusat tahun 2001. Sebuah gambaran sekaligus teladan, seorang ibu yang sukses meramu antara ranah domestik dengan pengabdian kemasyarakatan.

Rabu, 18 Desember 2013

Sang Tuan Rumah, Pejuang Tanpa Henti

Catatan Unknown pada 8:44 PM 0 komentar

Orang-orang berebutan meminta Rasulullah bertandang dan menginap di rumahnya ketika beliau menginjak tanah Madinah dalam peristiwa hijrah tahun 622 masehi. Rasulullah kemudian melepas untanya untuk memilih tempat. Maka unta beliau bersimpuh di depan rumah Malik bin Najjar. Jadilah tempat tersebut menjadi rumah yang didiami Rasulullah hingga bilik beliau yang sedang dibangun selesai.

Kala itu Rasulullah disambut oleh pemuda yang sangat riang karena dipilihnya rumah Malik bin Najjar, kakeknya, sebagai persinggahan pertama Rasulullah. Maka beliau segera mengemasi barang-barang Rasulullah dan mengangkutnya ke dalam. Bersama istrinya, beliau menyambut Rasulullah dan memberikan pelayanan terbaik. Itulah dia, Abu Ayyub Al-anshari, pemuda yang juga dulunya ikut serta dalam bai'at aqobah kedua.

Banyak cerita dari Abu Ayyub Al-anshari ini yang jika dijabarkan tentunya akan sangat panjang. Namun yang paling menarik dari beliau adalah motto hidupnya yang kerap menjadi sindiran bagi orang yang masih bermalas-malas. Ya, At-taubah ayat 41, "Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan maupun berat...". Beliau telah membuktikan betapa konsistennya penerapan beliau atas ayat ini dalam tiap peperangan. Semangat jihadnya begitu membara, tidak ada kata absen dalam membela agama Allah swt. Harta, nyawa, diserahkan untuk Allah semata.

Umur beliau bahkan hampir 80 tahun ketika pasukan dibawah pimpinan Yazid bin Muawiyah melakukan pengepungan terhadap Konstatinopel melalui jalan darat dan laut. Perjalanan jauh dan usia yang renta bukan halangan bagi Abu Ayyub Al-anshari. Dengan tekad yang kuat, beliau tetap tegak dengan pedang dan kudanya.

Namun sungguh malang, beliau akhirnya terserang penyakit parah. Saat itulah Yazid bin Muawiyah menanyakan apa yang diingininya. Bukan!!! Beliau bahkan tidak meminta untuk dipulangkan, tidak meminta untuk kembali dan meninggal dalam damai diatas pangkuan keluarganya. Justru kudanya lah yang beliau ingini menghantar jasadnya.

Ya, Abu Ayyub Al-anshari meminta agar setelah kematiannya, jasadnya diletakkan di atas kuda beliau, dan kuda itu dibiarkan berlari sejauh-jauhnya ke arah musuh. Kemudian beliau ingin dimakamkan di medan perang atau paling tidak di daerah yang dekat dengan itu. Beliau berharap masih dapat mendengar gemerincing pedang dan derap kaki kuda atas pembebasan Konstatinopel yang telah dijanjikan oleh Allah melalui hadist yang diucapkan Rasulullah. Beliau tak ingin umurnya yang terbatas menghalaginya dari keikutsertaan merasakan kemenangan besar Umat Islam nantinya.

Tentunya di alam sana Allah telah memuliakan Abu Ayyub Al-anshari, pejuangnya yang tak peduli ringan dan berat keadaan. Pejuangnya yang tetap maju walau ribuan gulana menyergap kaki untuk tinggal. Tentunya rasa malas dan alasan bombay tidak ada dalam kamus beliau. Yang ada hanya juang, juang, dan juang.

*Menulis diatas gundah, mengharap semangat diri dari tadabbur kisah suci para sahabat

Senin, 16 Desember 2013

The Battle Of Masts

Catatan Unknown pada 12:19 PM 0 komentar

Malam itu bukan malam-malam biasa. Gelap langit yang mencekam mengias kisah peperangan. Disuatu sisi, lonceng-lonceng berbunyi sepanjang malam, mengisi ruhani pasukan Byzantium. sekitar 500-an kapal perang mereka dipersiapkan dengan matang, merentangi lautan yang juga kelam.

Disisi lain, juga merentangi lautan, sekitar 200 kapal Muslimin dari Alexandria sama mencekamnya. Perlengkapan kapal perang mereka tidak secanggih pasukan Byzantium. Namun, didalamnya terdapat hati-hati perindu yang tak terkira tenangnya. Pasukan khusyu' dalam sholat malam dan dengungan merdu tilawah al-qur'an, menaungi hati-hati yang gempita, merubahnya jadi semangat cinta dan kerinduan akan janji Tuhan mereka.

"Allah lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur." (Al-Jastiyah: 12)

Pasukan Muslim saat itu bukanlah pasukan yang berpengalaman dalam perang di lautan. Mereka masih berstatus newbie untuk urusan merintis lautan. Bagaimana tidak, sebelumnya pasukan Muslim lebih sering berperang di padang pasir, daerah daratan. Sebelumnya, Khalifah Ummar bin Khathab melarang pasukan muslim untuk melakukan ekspedisi di lautan. Namun kemudian, ketika masa Khalifah Utsman bin Affan, beliau beliau memperbolehkannya. Maka terjadilah ekspedisi-ekspedisi dibawah pimpinan Muawiyah dan Abdullah bin Sa'ad. Hal ini membuat Kaisar Byzantium, Konstan II, merasa terancam dan turun tangan untuk menghentikan laju pasukan muslim.

Maka tibalah pagi hari setelah malam yang mencekam tersebut. Dua pasukan yang dipimpin oleh Konstan II dan Abdullah bin Sa'ad masing-masing maju berlawanan. Konstan II yang menganggap pasukan muslimin masih newbie dalam urusan perang lautan, lupa membentuk formasi dan memperhitungkan arah angin. Sementara pasukan muslim dengan semangat syahidnya mengikatkan kapal mereka ke kapal-kapal byzantium sehingga kapal-kapal Byzantium terbatasi pergerakannya. Pasukan muslimin menginvasi kapal pasukan Byzantium dan berperanglah mereka layaknya perang di padang pasir.

Abdullah bin Sa'ad tidak pernah lupa untuk mengingatkan pasukannya agar tetap membaca al-qur'an, bersabar dalam peperangan, dan tetap pada posisi masing-masing hingga Alah menghancurkan musuh mereka. Dan benarlah, Allah kemudian menghancurkan pasukan Byzantium. Hanya dua pilihan bagi pasukan Byantium, lari, atau mati ditangan pasukan muslim. Sementara Konstan II mengganti pakaian kebesarannya dengan pakaian prajurit biasa dan lolos melarikan diri.

*Merenungi kisah-kisah peperangan, diantara rintik hujan yang tak henti membawa rahmat-Nya

Kamis, 05 Desember 2013

Akhir Usiaku (Hawari) - Sayang Ayah Part II

Catatan Unknown pada 1:33 PM 0 komentar
Suatu siang di tengah kantuk yang melanda. Mencari LO untuk tutorial jadi pekerjaan paling wajib dan paling membosankan. Ingin rasanya tidur saja. Tapi, aku masih berpikir waras. Waktu belajarku hanya 3 jam siang ini dalam seminggu. Masa aku masih mau malas-malasan sementara jadwal tutorial sudah mepet. Akhirnya kupilih untuk sejenak menghibur diri agar kantukku hilang, mendonload nasyid. Entah kenapa terpikir untuk search nasyid baru tentang ayah dan ibu. Gataunya malah dapat nasyid yang satu ini, Hawari - Diakhir Usiaku. Dan tebak apa!? Air mata pun berderai mendengar lagunya.
Kenapa berderai?

Lirik lagunya super sangat amat sedih... Dan saya berinisiatif untuk membaginya kepada pembaca kece semua. Silahkan dibaca, dan dicari link downloadnya sendiri yaak :)

"Anakku sayang dengarkan ayah
Sebelum ayah pergi takkan kembali
Ketika senyum ayahmu ini
Tak lagi menghiasi hari harimu
Jangan bersedih wahai anakku
Jangan menangis wahai sayangku
Tabah dan sabarlah anakku sayang
Teruskanlah perjuangan ayahmu
Do'akan ayah moga diterima
Dikasihi Tuhan Yang Maha Esa
Moga bahagia diakhirat 
Selamat tinggal anakku sayang
Pergiku tak kembali tuk selamanya
Tiba masaku tinggalkan engkau
Wahai anakku sayang separuh jiwaku
Diakhir sisa usiaku"

Hiks hiks... Bagaimana?
Ayo coba dowload dan kembali lihat liriknya. Dengar dan ingat ayah kalian!!!
Kerja kerasnya, peluh yang mengalir sepulang kerjanya, raut letihnya, senyum bangganya, air mata harapnya, dan cintanya yang terbesit dalam juangnya.

Nah, dengan begitu, semoga semangat belajar kembali ruah kembali...
Untuk ayah, untuk harapan ayah, untuk bangganya ayah, untuk bahagiakan masa tua ayah...
Jangan sia-siakan...



Jumat, 22 November 2013

Buah Mangga - Sayang Ayah Part 1

Catatan Unknown pada 11:03 AM 0 komentar

Terkadang kita terlalu fokus pada hal-hal yang besar sehingga menyepelekan hal-hal remeh. Apalagi soal cinta, lebih dirasai jika cinta itu terbukti dalam kejadian-kejadian yang spesial. Namun, bukan berarti cinta tidak mengalir dalam keseharian. Hanya saja kadang kita tidak menyadari dalam hal kecil ada cinta yang besar.

Ya, keseharian, yang sangking seringnya terjadi malah membuat kita terlupa. Yang tidak diabadikan dalam foto dan video.

Cerita ini juga merupakan kegiatan keseharian walau tidak juga dikategorikan dalam rutinitas.

Suatu hari, aku pulang dari asrama dan menikmati libur di rumah. Ayah sengaja menyisakan satu buah mangga dari hasil panen pohon mangga depan rumah untukku. Hanya satu memang. Namun karena sudah dasarnya pemalas, aku tak jua kunjung mengupas mangga itu. Sehari di kulkas, dua hari di kulkas, dan tersembunyi.

Lho!?

Ya, tersembunyi. Karena ayah berpikir jika mangga itu didapati adikku yang kecil, nanti dia minta dan tidak ada lagi bagian untukku.

Hari ketiga aku di rumah. Siang yang panas, aku asyik menonton TV di ruang tengah ketika ayah tiba-tiba datang dengan mangga itu, pisau, dan mangkuk. Alangkah malunya (sebagai anak perempuan) ayah kemudian mengupasi mangga itu dan menyuruhku memakannya sambil berkata, "Makanlah, nanti kelihatan sama adek, uni ngga dapat lagi."

Ketika itu aku hanya nyengir dan langsung melahap mangga yang manis dan nikmat itu. Nyammiiii....

Sepele sekali mungkin. Dan bukan sekali dua kali ayah melakukan hal demikian untukku. Bagiku itu adalah bentuk kasih sayang ayah yang tak terhingga.

Aku bukan pecinta mangga. Karena itulah aku malas mengupasnya. Ayah pun tahu aku malas mengupas kulitnya. Namun ayah dengan segala cintanya ingin aku juga menikmati mangga itu seperti adik-adikku. Menikmati apa yang kemarin-kemarin sempat dinikmatinya. Menikmati segarnya hasil pohon kami dan bergizinya buah-buahan.

2 Hari sebelum ulang tahun ayah, 22 November 2013

Selasa, 12 November 2013

Ayo Like CORRINA finalis Unand Award X

Catatan Unknown pada 10:03 PM 0 komentar

Jadikan Corrina finalis favoritmu!!!
Like foto dan video youtube untuk mendukung Corrina menjadi Most Favorite dalam ajang Unand Award X
Ayoo.... Tunggu apa lagi!!!

Youtube: Klik disini

Senin, 14 Oktober 2013

Az-Zahrawi, Bapak Ilmu Bedah Modern Dunia

Catatan Unknown pada 1:04 PM 0 komentar

750 M – 1258 M, para filusuf, insinyur, dan ilmuwan Islam menyumbangkan banyak kontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Salah satunya dalam bidang kedokteran. Para ilmuwan Islam mempelajari naskah-naskah kedokteran Yunani karya Gallen dan Hippocrates
yang saat itu dipandang jelek di Eropa, kemudian mengembangkannya sehingga terbentuk penemuan dan pengetahuan baru. Ilmuwan Islam juga menjadikan naskah-naskah yang inkosisten tersebut menjadi lebih sistematis dengan membuat ikhtisar dan ensiklopedi.
Salah satu ilmuwan yang mengembangkan kedokteran saat itu adalah Abul Qasim Khalaf Ibnu Al-Abbas Az-Zahrawi yang merupakan keturunan Kaum Anshor Madinah. Beliau merupakah ahli bedah yang lahir pada tahun 936 M di El-Zahra, sebuah kota yang terletak 9,6 km dari Cordoba, Andalusia (Spanyol). Orang Eropa lebih akrab mangenalnya dengan sebutan Abulcasis. Terobosannya dalam dunia kedokteran, khususnya ilmu bedah, sangat luar biasa. Pisau bedah, tang, gunting halus untuk mata, perban, dan lebih dari 200 alat bedah lainnya merupakan penemuan dari dokter kerajaan pada Kekhalifahan Umayyah ini. Selain itu, beliau juga penggagas penggunaan catgut sebagai benang jahit yang dapat larut secara alami dalam tubuh, forceps untuk menarik janin mati, gips pada tulang, dan kapas sebagai penghenti perdarahan. Alat-alat kosmetika seperti deodorant, lotion, dan pewarna rambut juga merupakan hasil penemuan beliau.
Az-Zahrawi merupakan orang pertama yang melakukan bedah plastik. Selain bedah pelastik, beliau juga menemukan prosedur operasi pada penderita hidrosefalus dan ginekomastia. Hemofilia sebagai penyakit keturunan, merupakan teori yang pertama kali dideskripsikan oleh beliau. Hal inilah yang akhirnya membuat beliau dinobatkan sebagai “Bapak Ilmu Bedah Modern Dunia”.
Dalam pengabdiannya terhadap ilmu kedokteran, Az-Zahrawi menulis sebuah buku berjudul At-Tasrif yang deselesaikan pada tahun 1000 M. Dalam buku yang terdiri dari 30 jilid itu dikupas tuntas berbagai bidang ilmu kedokteran. Antara lain ilmu bedah, opthalmologi, ortopedi, nutrisi, farmakologi, kedokteran secara umum, dan lainnya. Buku tersebut disusun dengan lugas dan rinci sehingga mudah dipahami. Tidak heran jika buku emasnya ini dijadikan sebagai buku ajar dalam pendidikan kedokteran 5 abad lamanya. Buku ini pun banyak menjadi rujukan dalam tulisan-tulisan ahli kesehatan generasi selanjutnya.
At-Tasrif bukan hanya berisi pengembangan ilmu kedokteran secara klinis, tapi juga kode etik kedokteran. Didalamnya tertulis tentang hubungan baik dokter-pasien dan penekanan pentingnya untuk tidak membeda-bedakan status sosial pasien. Baginya, profesi dokter bukan sekedar sarana meraup keuntungan melainkan untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Untuk itulah bagi beliau sangat penting mendapatkan diagnosis yang akurat dari setiap kasus yang dihadapinya.
Jika kebanyakan ilmuwan menggunakan sebagian waktu dari kehidupannya untuk mengunjungi belahan lain dari dunia, Az-Zahrawi merupakan ilmuwan yang setia menetap di tanah airnya untuk mengabdi dan mengobati  korban kecelakaan dan perang. Beliau juga aktif mengembangkan ilmu kedokteran dengan mengajar. Sebagai seorang guru besar, Az-Zahrawi dikenal sangat peduli terhadap kesejahteraan para siswanya.
Dua tahun setelah tanah airnya dijarah dan dihancurkan, yaitu tahun 1030 M, Az-Zahrawi akhirnya tutup usia di Cordoba. Sekarang, Cordoba memang bukan lagi kota umat Islam, tapi nama Az-Zahrawi masih diabadikan sebagai nama salah satu jalan di Cordoba, yaitu ‘Calle Abilcasis’ yang mana dulunya di jalan itu terdapat rumah tempat Az-Zahrawi tinggal. Kini, rumah tersebut telah ditata menjadi cagar budaya yang dilindungi oleh Badan Kepariwisataan Spanyol.

Kepustakaan:






dan sumber-sumber lainnya~

Kamis, 29 Maret 2012

Kasih Sayang Ibu part 2

Catatan Unknown pada 9:52 PM 0 komentar
Bukan, ini bukan pertama kalinya aku menemui ibu ini. Ibu yang dengan segala kesabarannya menggendong anaknya kemana-mana. Anaknya yang cacat, dengan kaki kecil dan tangan bengkok, serta liur yang terus menerus menetes. Anaknya yang masih seukuran anak SD, namun wajahnya sudah seperti seorang remaja.

Sebelumnya saya sudah pernah manceritakan tentang ibu yang satu ini di Kasih sayang ibu part 1. Kali ini, kembali saya dipertemukan dengan ibu dan anak yang sama di angkot jurusan Kalapa - Ledeng. Masih seperti kemaren, dengan penuh kasih sayang Si Ibu menggendong, melindungi anaknya dari panas, mengelap iler anaknya, dan bertanya jika sewaktu-waktu anaknya itu pusing atau terasa sakit. Anaknya hanya akan menjawab dengan kedipan. Namun Si Ibu tidak putus asa untuk mengajaknya bicara.

Pertemuan kedua ini, Si Ibu turun di depan sebuah rumah sakit. Beliau pastilah ingin memeriksakan anaknya. Mungkin sudah rutin adanya. Dalam hati, aku tak bisa menahan sayatan yang tiba-tiba terasa. Sungguh membuatku rindu akan ibuku, akan kasih sayang yang tak lekang itu.


Kali ini, saya sempat mencuri fotonya diam-diam. Bukan untuk apa-apa, hanya untuk mengabadikan cinta ibu ini pada anaknya. Agar semua orang tahu, bahwa kata-kata "Cinta ibu lebih dari luas lautan" bukan hanya kata-kata semata. Namun, karunia Allah yang tak lekang dan fitrah, yang menjadikan ditelapak kaki ibu terdapat indahnya syurga~


Rabu, 18 Januari 2012

Kasih Sayang Ibu part 1

Catatan Unknown pada 10:50 PM 0 komentar
Angkot Dayeuh Kolot - Buah Batu, menepi di depan sebuah toko. Aku turun dan berganti angkot dengan jurusan Buah Batu - Kalapa. Aah, nyaman sudah duduk di angkot yang baru. Mulai kukeluarkan HP sembari menunggu angkot yang masih nge-tem menunggu penuhnya penumpang lain.

Satu-persatu masuk, angkot mulai ramai. Tersisa satu tempat duduk lagi, di kursi 4, paling ujung, paling dekat pintu. Angkot sudah hendak menyerah dan hendak pergi, ketika seorang ibu yang sedang menggedong anaknya setengah berlari menghampiri. Untunglah Si Supir berbaik hati otret kembali dan membiarkan ibu itu masuk. Dengan susah payah menggendong anaknya yang memiliki bobot cukup besar, Si Ibu naik dan duduk setengah pantat di bangku yang tersisa.

Angkotpun mulai berjalan, Si Ibu susah payah menggendong anaknya. Saat itulah aku mulai heran. Awalnya kupikir anak yang digendong Si Ibu masih balita. Namun setelah dicermati lagi, anak itu terlalu besar untuk balita. Tingginya setara anak kelas dua atau tiga SD.


Setelah beberapa penumpang turun, aku yang duduk di kursi panjang bergeser ke dekat kursi supir. Rasa penasaranku terhadap anak itu tak dapat kuacuhkan saja. Di posisiku yang baru, dengan leluasa dapat kulihat anak itu. Alangkah terkejutnya aku, anak itu bukan benar-benar bukan balita. Tampangnya sudah seperti remaja, dengan bibir maju dan air liur yang tak berhenti meleleh. Namun, kaki yang kecil tentu tak dapat menopang bobotnya. Apalagi tangannya tampak bengkok.

Di lubuk hatiku memang terpencar rasa kasihan begitu aku melihat anak itu. Namun, yang membuatku luluh bukanlah kecacatannya, melainkan sikap ibunya yang bisa dibilang kurus pendek. Ibunya dengan postur tubuh seperti itu dengan sabar menggendongnya, melap liurnya, mengipasinya, dan menutupinya dari paparan sinar matahari. Sesekali ibunya bertanya padanya apakah ia merasa pusing atau sakit. Anak itu tidak bisa bicara, hanya bisa mengedipkan dua kelopak matanya. Namun ibunya seakan mengerti, apapun yang diingini anaknya.

Sunggun menakjubkan...

Cerita ini mungkin agak membingungkan, tapi sungguh sangat sayang melupakan kejadiannya. Cinta ibu pada anaknya, yang terbukti nyata, karena ini bukan drama kolosal saja.

Rabu, 05 Oktober 2011

Yang Ter- Dari Tandu

Catatan Unknown pada 10:52 PM 0 komentar

Hai hai hai hai hai.....
Ini dia salah satu albumnya TANDU.
Judul albumnya apa ya????
aha!!! 
gimana kalau... "The Best of Each" ????

siiip daaah,,, ayo ayo dilihat!!!

Bang Julpa dan aa' Agam "ter-Gombal",, Gembel kali yee...
Najip, Rey-cut, dan Molen (Nazifah, Raihani dan Maulana) "ter-tidur" PULAS....



Uni Attin dan Uni Dila "ter-tukang ngolo'in" kerjaannya ngerjaiin orang!!!!
Barok dan Patmi "ter-Cempreng" teng teng teng




Nova dan Eja, deuh deuh.... "ter-Childist"
Siti dan Thoriq "ter-lamban" hue hue hue hue... SIPUUUT

Percy, Ika dan mb Dina "ter-InginTauUrusanOrang" hehehehe
Ini dia Ummul, Iza, Candra dan judef para "ter-SOKrajin"

mas Rubi dan ayuk Sepni,, "ter-SOKmanis/gagah" emang manis kok,,, hehhehe

Intan, Merry, Aris, Maya dan Tari,, "ter-Bughot" salah presepsi ah, seharusnya teralim, nih! muahahahahahhaha

Hanif, Miranty, Deni dan Ipul... "ter-JAIM"

Fauzi dan Berlian "ter-so' sexy",,,,, wew,,,,

mb Devi dan Ihsan... "ter-Getol" serrrreeeemmmmm

Heri dan Serly "ter-so' irit" Orang2 hemat, nih! sangking hematnya, hehe...

Maco (eh, Rahman) dan Arrifqi.. ini diee "ter-Lasak" bergerak muluuuuu

Susi dan Kudsi.... my "ter-Gokil" friend......

Afry dan Alfarisi "ter-hyper" GAK BISA DIEEEEMMMM

Muamar dan JUMAIN(sri jumainisa,,, piiiis) "ter-soToy"ini dia dalangnya!!!

Gufron dan Via,, "ter-ceria" Liat aja senyumnya, senyum pepsoden...

Erik, Lucy, dan Agung,, "ter-Cerewet" bla bla bla bla bla

Ani dan Ibnu,, gak pakai ter-ter_an,, Karena mereka memenangkan kategori "WAJAH TANPA DOSA"

Bungan dan Anggit,, "ter-Lola" alias Loading Lambat... Kecuali dalam 1 hal,, yaitu.. 'cinta'

Nining dan Ca'i.... "ter-Cupid" Oh no.... mereka ratu ratu cinta


Albie, Rama, dan Eko... Ini dia "ter-CP CP" alias Curi pandang Cari perhatianh
 

Se-kepinghati | Powered by Blogger
Blogged by Intan Evrt | Blogger Template by Se-kepinghati Corporation